Seorang bocah yang terluka menghangatkan diri di timur Aleppo, Suriah (18/11/2016) (Reuters)

Pihak oposisi Suriah masih bertempur sengit melawan pasukan rezim Assad dan milisi syi'ah yang terus mencoba menguasai timur Aleppo. Sementara pesawat tempur  bergiliran membombardir area tersebut.

Penasihat kemanusiaan PBB mengatakan, penduduk Aleppo timur yang terkepung sedang mengalami masa suram, karena tidak adanya persediaan medis dan makanan, ditambah datangnya musim dingin, serta serangan intensif dari rezim dan sekutunya.

Sebuah bom menghantam rumah sakit di Aleppo timur pada Jumat sore. Menjadi RS ke-4 yang dibom sejak gelombang baru serangan Assad diluncurkan pada Selasa (15/11).

Mohamad Abboush, seorang warga di Aleppo timur mengatakan kepada Reuters, bahwa serangan udara membunuh dua kerabatnya, yaitu paman (45) dan sepupunya (12) pada Jum'at pagi.

Saat itu mereka tengah mencari bantuan medis untuk kerabat lainnya yang telah terluka dalam serangan. Ia melihat sebuah rumah sakit menjadi reruntuhan dan satu lagi terlalap api.

Serangan udara pun menghancurkan blok apartemen tempat kerbatnya tinggal di area Tariq Al-Bab.

“Semua penjuru Aleppo sedang di bom”, ungkapnya.

Kekerasan juga meningkat di sekitar Damaskus, pihak Assad terus memborbardir oposisi. Pejuang oposisi membalas dengan meluncurkan roket ke daerah rezim.

Bombardir udara menghantam di Ghouta timur, daerah yang juga dikuasai oleh oposisi. Saksi mengatakan, pemboman (rudal dan altileri) dan serangan udara sejak Selasa (15/11) menjadi yang terparah sepanjang tahun ini.

Kelompok pemantau SOHR mengatakan mengatakan, serangan di Ghouta timur dalam 24 jam mangakibatkan 22 orang tewas (10 diantaranya anak-anak) dan puluhan lainnya terluka.

Pada Kamis dan Jum'at, sebuah roket diluncurkan dari wilayah oposisi menuju pusat kota Damaskus.

Media rezim menyebut satu wanita meninggal dan puluhan orang terluka setelah roket mengenai area pemukumiman.

Serangan besar-besaran ke Aleppo
Pasukan pro-Assad melakukan mobilisasi besar-besaran. Menurut sebuah sumber, bombardir dalam beberapa hari terakhir adalah sebagai persiapan operasi darat.

Sebuah media yang dijalankan oleh Hezbollah, kelompok teroris Syi'ah Lebanon yang mendukung Assad, mengklaim kemajuan di timur laut kota Aleppo.

Dalam 4 hari bombardir, SOHR mencatat 65 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka di Aleppo timur. Sementara terdapat 4 kematian dan puluhan luka-luka di Aleppo barat.

Penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan, pihak oposisi setuju dengan rencana bantuan kemanusiaan PBB yang akan menyalurkan bantuan medis, obat-obatan dan makanan ke Aleppo timur, termasuk kemungkinan evakuasi korban terluka.

Namun, rincian operasi itu belum disepakati. Menurut Egeland, Rusia juga memberikan sinyal positif tentang rencana itu, meski belum memberi “lampu hijau” secara resmi.

PBB berharap dapat mengirimkan konvoi bantuan pada bulan ini, menjangkau 1 juta warga Suriah di wilayah terkepung atau yang sulit dijangkau.

Namun sejauh ini tidak ada satupun konvoi yang berhasil mencapai tujuannya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.