Cegah kericuhan FPI berdiri di depan barikade polisi
Sejumlah massa terlibat kericuhan usai demo di Istana Negara, Jakarta, Jum'at (4/11.

Menurut Detikcom, sekitar pukul 18.30 WIB, perwakilan massa yang menemui Wapres JK menyampaikan hasil pertemuan kepada para demonstran.

"Presiden Jokowi tetap belum mau menerima kita. Yang kedua bapak wapres menawarkan dan menjamin agar kita semua memberikan waktu kepada Kapolri selama dua minggu", kata perwakilan itu melalui pengeras suara.

Rupanya sebagian massa tidak puas. Mereka kemudian meneriakkan perang, jihad, revolusi sembari mengarah ke Jl Medan Merdeka Barat.

Massa FPI langsung membuat pagar betis antara massa HMI dengan aparat. Terjadilah pelemparan botol air mineral dan batu bata dari massa berbendera HMI ke arah FPI.

Massa FPI meminta tenang, tapi masih ada pelemparan botol air mineral.

"Hoi tenang kita bersaudara", pekik sejumlah anggota FPI.

Sampai pukul 19.10 WIB, barikade FPI tetap berbaris di depan pagar Brimob mereka menyesalkan adanya aksi kisruh.

Kabar lain yang Risalah terima, upaya mediasi tahap 2 tengah dilakukan oleh Ustadz Arifin Ilham dengan pemerintah.

Sebelumnya polisi meminta massa harus bubar pada pukul 18:00, namun massa tidak bubar dan permintaan diperpanjang hingga pukul 19:00, meski demikian belum ada tindakan pembubaran paksa hingga deadline tadi.

Terbaru, bentrokan dikabarkan pecah di dekat Istana, dimana gas air mata ditembakkan oleh pihak keamanan. (Detikcom/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.