Ahok menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Senin (14/11)

Hari ini Polri akan melakukan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Hal ini dilakukan untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam ucapan Ahok terkait Al-Maidah ayat 51 yang disampaikannya di Kepulauan Seribu.

Gelar perkara berlangsung secara terbuka terbatas di ruang rapat utama (rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan. Acara akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap menerima apapun hasil persidangan, termasuk jika ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Kalau dijadikan tersangka pun saya percaya polisi memutuskan yang terbaik. Ini pasti secara profesional, jadi saya akan terima", ujar Ahok di Rumah Lembang, Senin kemarin.

Ahok yakin polisi sudah bekerja secara profesional dalam menangani kasus yang menjeratnya itu.

"Saya percaya kepolisian itu pasti profesional. Jadi apa pun putusan, saya pasti ikut", kata Ahok.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan gelar perkara akan dihadiri oleh saksi ahli dari masing-masing pihak, pelapor maupun terlapor.

"Selain itu saksi ahli dari penyidik juga dihadirkan", kata Tito.

Pihak eksternal pun turut diundang dalam gelar perkara ini. Tito menyampaikan akan ada pihak netral yang ikut mengawasi jalannya persidangan.

"Ada dari pihak netral Ombudsman, Kompolnas. Hanya mereka tidak berbicara. Mereka akan mengawasi. Penyelidikan itu tidak boleh terbuka, ini sifatnya memberi masukan, selesai", imbuk Jenderal Tito. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.