anggota parlemen Arab kumandangkan azan

Ahmad Tibi, warga Arab anggota parlemen Israel mengumandangkan azan di dalam gedung Knesset (parlemen Israel) sebagai bentuk protes atas undang-undang baru yang akan menyatakan azan di masjid tidak boleh bersuara keras.

Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel akan berkomitmen "melindungi siapapun" yang merasa terganggu dengan suara azan.

Netanyahu mengatakan undang-undang itu banyak mendapat dukungan. Sedangkan warga Arab Muslim mengecam aturan itu dan menyebutkan sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama.

Undang-undang itu ditentang oleh Dewan Tertinggi Muslim di Yerusalem, Ekrema Sabri.

"Azan adalah salah satu aspek paling penting dalam agama Islam. Undang-undang ini menggambarkan fasisme di tubuh masyarakat Israel", ujar Sabri kepada kantor berita Anadolu.

Pemerintah Israel dilaporkan melarang azan Shubuh dari tiga masjid di Yerusalem, yakni di Kota Abu Dis, awal pekan ini.

Pengacara bernama Bassam Bahr dari komunitas warga muslim Abu Dis mengatakan bahwa aparat Israel menggerebek kota itu sebelum waktu Shubuh.

Menurut Bahr, aparat Israel menyasar masjid Al-Rahman, Al-Taybeh, dan Al Jamia. Mereka mengatakan kepada para muazin, azan Shubuh dilarang.

Bahr mengatakan, aparat tidak menjelaskan mengapa azan itu dilarang dan mereka juga melarang warga di bagian sebelah timur kota menuju masjid Salah al-Din untuk shalat Shubuh.

Sabtu lalu Komite Legislasi Israel menyetujui undang-undangan larangan azan dan akan menyerahkannya ke Knesset untuk dibahas.

Butuh tiga kali voting sebelum undang-undang itu benar-benar disahkan dan menjadi aturan hukum.

Inilah video saat Tibi menumandangkan azan di parlemen Israel (Knesset):



Dalam video lain, seorang anggota parlemen perwakilan warga Arab-Palestina bernama Abu 'Arur, juga mengumandangkan azan di parlemen Israel, sehingga direspon terikan anggota palemen lainnya.

Berikut videonya

Parlemen Israel diisi sekitar 13 anggota yang mewakili komunitas Arab di Israel sesuai hasil pemilu 2015, tergabung dalam koalisi "Joint List".

Sementara sekitar 20% penduduk Israel adalah keturunan Arab, mereka adalah keturunan warga Palestina yang bertahan di wilayah Israel. (Merdeka/rslh)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.