Area yang direbut Assad dan milisi Syi'ah (merah)

Tentara rezim Assad dan milisi Syi'ah asing berhasil merebut sebuah area strategis di Aleppo, Selasa (8/11).

Area tersebut berada di barat daya Aleppo dan terletak di samping jalur suplai milik Assad menuju bagian dalam kota.

Kelompok pemantau SOHR mengatakan bahwa kemenangan ini adalah kemajuan besar yang didapat rezim sejak September lalu.

Menurut seorang sumber militer rezim, mereka telah mengontrol penuh tempat itu. Media militer yang dijalankan oleh milisi Syi'ah Hezbollah juga memuat laporan yang sama.

Sementara para pejuang dari dua kelompok oposisi di Aleppo mengatakan mereka masih bertempur.

"Pertempuran masih berlangsung", ungkap Kepala kantor politik dari kelompok Fastaqim, Zakaria Malahifji. Namun ia membernarkan pasukan Assad telah berhasil mengambil alih area tersebut.

Sedangkan Yasser Alyousef, dari kantor politik kelompok Nuruddin Zenki, mengatakan bahwa pihaknya telah memulihkan posisi sejak Senin kemarin.

Wilayah Aleppo timur terkepung oleh pasukan Assad dan milisi Syi'ah sejak awal September.

Pada 29 Oktober, oposisi coba melakukan serangan balik untuk menembus pengepungan, menargetkan bagian barat yang dikuasai pemerintah.

Pejuang Islamis dan FSA ikut serta dalam penyerangan ini. Namun setelahnya kemajuan mereka melambat dalam perang kota.

Media rezim Suriah mengatakan tentaranya telah maju ke Minyan, daerah yang dikuasai oposisi sejak awal serangan mereka. Mereka mengklaim telah menguasai setengah Minyan setelah adanya serangan udara.

Tapi Malahifji membantah telah terjadi bentrokan di dalam wilayah itu.

"Minyan masih dalam genggaman kelompok perlawanan. Rezim mencoba untuk mengambilnya, tapi saat ini masih dikuasai oposisi", katanya

Sementara itu Rusia dilaporkan sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan serangan udara di sekitar Aleppo, menurut kantor berita Interfax.

Seorang pejabat AS bereaksi keras atas kemungkinan itu. Ia mengatakan, pihaknya telah berulang kali berusaha mencegah terjadinya peningkatan kekerasan.

"Peningkatan kekerasan akan membuat penyelesaian perang sipil di Suriah jadi lebih sulit dan meningkatkan keraguan pada komitmen Rusia terhadap solusi politik", kata pejabat itu. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.