Pemerintah Assad ingin mengusir pihak oposisi dari kota Aleppo sebelum Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS

Wilayah Sakhour di Aleppo timur yang direbut militer Assad dari oposisi
Pemerintah Assad bersama sekutunya ingin mengusir pihak oposisi dari kota Aleppo sebelum Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS.

Hal ini disampaikan oleh seorang sumber pejabat pro-Damaskus, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Sumber itu menjelaskan, fase berikutnya dari serangan rezim mungkin akan lebih sulit karena menyasar area berpenduduk yang lebih padat dari sebelumnya.

"Rusia ingin menyelesaikan operasi ini sebelum Trump mengambil alih kekuasaan", ujar sumber itu.

Tapi Menteri Pertahanan Rusia belum memberikan komentar mengenai kabar tersebut.

Trump akan dilantik pada 20 Januari mendatang, dan ada kemungkinan akan menghentikan dukungan bagi pihak oposisi Suriah.

Meski rincian kebijakannya masih belum jelas. Namun Trump membuka peluang bekerja sama dengan Rusia dalam kepentingan menyerang ISIS di Suriah.

Rezim Damaskus seusai kemenangan Trump memang terlihat optimis daripada jika Hillary Clinton yang menang. Walau demikian, Assad terlihat waspada terhadap manuver-manuver Trump nanti. Terlebih ia berasal dari partai Republik.

Saat ini, di bawah pemerintahan Obama, AS telah memberi bantuan militer kepada beberapa kelompok oposisi di Suriah dengan sponsor dana negara-negara Teluk dan Turki.

Meskipun pihak oposisi selalu mengatakan bahwa dukungan itu masih jauh dari yang dibutuhkan. Terutama tidak disetujuinya pemberian Manpad oleh AS, seperti usulan negara-negara pro oposisi, terutama Arab Saudi.

Senjata buatan AS paling canggih yang "dilepas" di Suriah adalah rudal anti tank TOW.

Seorang pejabat oposisi menilai, AS hanya memberi sedikit peduli terkait Suriah. Sementara Assad dan sekutunya terus berusaha memanfaatkan keuntungan yang mereka punya.

Pihak oposisi menghadapi satu masa tersulit setelah pasukan pro-Assad merebut 1/3 Aleppo timur dalam waktu singkat daripada perkiraan. Yang mana menyebabkan ribuan warga sipil melarikan diri.

Pasukan rezim yang didukung milisi Syi'ah impor dari Iran, Lebanon dan Irak terus berusaha menembus ke sisa wilayah yang dikuasai oposisi di kota Aleppo. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: