Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (reuters)

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengampuni 82 tahanan pada Kamis (17/11). Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang dipenjara karena melakukan protes.

Pengampunan yang diberikan ini adalah tahap pertama dari upaya yang lebih luas. Sisi tidak memiliki kewenangan campur tangan dalam peradilan Mesir, tapi dapat mengeluarkan pengampunan.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan pengampunan bagi orang-orang muda yang telah ambil bagian dalam demonstrasi menentang pemerintahannya.

Sisi, telah berjanji pada Oktober lalu untuk mengubah undang-undang protes, karena kelompok-kelompok hak asasi manusia merasa ia sangat membatasi hak protes.

Sejak merebut kekuasaan di pertengahan 2013 dan mengakhiri pemerintahan Ikhwanul Muslimin, Sisi telah melakukan tindakan keras terhadap kelompok Islamis itu, membuat ratusan orang tewas dan ribuan dipenjara.

Hukum saat ini menyatakan: "Setiap perkumpulan yang terdiri dari 10 orang atau lebih, harus memiliki izin dari Kementerian Dalam Negeri".

Peraturan dijalankan secara ketat dan berhasil mengakhiri kegiatan demonstrasi massa.

Sebelumnya, aksi massa berhasil menggulingkan dua presiden Mesir dalam jangka waktu tiga tahun. Berbagai kritik menyebutnya sebagai tindakan inkonstitusional. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.