Menteri Pertahanan AS Ash Carter berbicara di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, AS, 28 Oktober 2016. (Reuters)

Amerika Serikat terus berunding dengan Turki mengenai peran dalam operasi merebut kota Raqqah, benteng utama ISIS di Suriah, ungkap Mentri Pertahanan AS Ash Carter pada Rabu (2/11).

"Kami akan terus berbicara dengan Turki tentang perannya dalam perebutan Raqqah, kami ingin melanjutkan operasi tersebut sesuai dengan rencana kami", kata Carter, dilansir dari Reuters.

Carter mengatakan, Washington berharap operasi Raqqah dilaksanakan bersamaan dengan pertempuran Mosul, Irak.

"Kami bermaksud untuk segera pergi ke sana dengan kekuatan yang mumpuni untuk merebut kota Raqqah... kami terus berbicara ke Turki tentang peran mereka dan sepertinya it memiliki kemungkinan yang baik", kata Carter.

Komandan tertinggi militer AS di Irak mengatakan bahwa petempur Kurdi (YPG) akan dimasukkan sebagai bagian dari kekuatan mengisolasi Raqqah. Sedangkan, petempur Arab diharapkan dapat merebut kota itu.

AS menganggap Kurdi YPG sebagai sekutu dalam memerangi ISIS, namun Turki menganggap mereka sebagai organisasi teroris, terkait pemberontakan tiga dekade di Turki yang berhubungan dengan militan Kurdi PKK.

Turki ingin operasi Raqqah dilakukan oleh pasukan lokal dan milisi Kurdi tidak perlu dimasukkan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.