Ilustrasi : iamag.co

Amnesty International pada Kamis (9/11) mengatakan bahwa pasukan pemerintah Irak menyiksa dan membunuh warga desa di selatan Mosul.

Ini adalah kali pertama munculnya laporan mengenai penyalahgunaan wewenang dalam operasi penyerangan Mosul yang dikuasai ISIS.

Korban yang mencapai 6 orang itu ditemukan bulan lalu, di sub-distrik Syura dan Qayyara, dimana pasukan keamanan diduga berhadapan dengan militan.

"Pria dengan seragam Polisi Federal telah melakukan beberapa pembunuhan di luar hukum, menangkap dan kemudian sengaja membunuh warga di desa-desa selatan Mosul", kata wakil direktur untuk penelitian Amnesty, Lynn Maalouf, di kantor Beirut.

Juru bicara Polisi Federal dan Kementerian Dalam Negeri Irak tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Operasi penyerangan Mosul telah memasuki minggu keempat. Meski operasi ini melibatkan aliansi petempur, pasukan keamanan, Peshmerga Kurdi, milisi Syi'ah, dan dukungan serangan udara pimpinan AS, sejauh ini mereka hanya memperoleh pijakan kecil di kota.

Laporan Amnesty menjelaskan, beberapa insiden terjadi pada 21 Oktober saat sekelompok laki-laki dipukuli dengan kabel dan senapan sebelum ditembak mati. Dalam suatu kasus, kepala seorang korban ditemukan putus dari tubuhnya.

Amnesty menduga, pelanggaran seperti itu bisa terulang di kota-kota dan desa-desa lainnya selama penyerangan Mosul. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.