Makanan terakhir tiba ke Aleppo pada Agustus 2016
PBB mendesak rezim Suriah, Rusia dan kelompok oposisi untuk segera membuka jalur pengiriman makanan ke daerah-daerah yang terkepung di Aleppo timur.

250.000 warga sipil masih terperangkap di kota itu dengan resiko kelaparan yang cukup tinggi, terlebih musim dingin akan datang.

Kepala satuan tugas kemanusiaan PBB untuk Suriah Jan Egeland mengatakan pada Kamis (10/11), bahwa jatah makanan yang tersisa yang saat ini sedang dibagikan di daerah yang dikuasai oposisi, dan tidak akan ada yang tersisa untuk minggu depan.

"Saya tidak percaya ada yang menginginkan seperempat juta orang mengalami kelaparan di Aleppo timur", kata Egeland, mengacu pada jumlah warga sipil yang hidup di bawah pengepungan, menurut laporan PBB.

Komentar Egeland muncul karena adanya laporan dari aktivis di Aleppo timur yang mengatakan bahwa mereka akan kehabisan makanan dan juga obat-obatan.

"Minggu lalu, mereka masih memiliki tiga sampai empat minggu pasokan tersisa, dan sebenarnya terakhir kali pasokan itu datang adalah bulan Agustus, ketika pemberontak berhasil memasuki area yang terkepung di Aleppo", ujar wartawan Al-Jazeera. Osama bin Javaid.

Sementara Egeland memperingatkan cuaca dingin yang akan datang bisa menjadi "pembunuh". Ia juga mengatakan jika PBB sangat membutuhkan persetujuan segera untuk bantuan ke Aleppo timur.

Rencana tersebut mencakup pengiriman pasokan medis dan makanan, serta evakuasi medis dan penyebaran tenaga medis.

Dari foto-foto yang terdokumentasi, warga Aleppo memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami beberapa jenis tanaman. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.