Sehubungan dengan penetapan Ahok sebagai tersangka, ada respon berbeda di kalangan umat Islam yang mendukung aksi 4 November lalu

Pengumuman di mabes Polri, (foto Detikcom)
Sehubungan dengan penetapan Ahok sebagai tersangka, ada respon berbeda di kalangan umat Islam yang mendukung aksi 4 November lalu.

Sebagian mengungkapkan optimisme dan huznuzhan, dengan memberikan apresiasi positif kepada polisi atas keputusan hukum tersebut.

"Allahu Akbar ! Ahok tersangka ! Terimakasih Polri ! Allah Yubaarik fiikum !", kata Fathi Nasrullah.

Kesiapan mengawal proses hukum hingga Ahok masuk penjara, menjadi gagasan lain yang diutarakan.

"Perjalanan masih panjang sob... Kawal terus... Saat ini berikan apresiasi ke Polri. Semoga ini berangkat dari kesadaran, bukan karena menghindari rencana reaksi damai nanti yang rencananya tgl 25", komentar seorang Facebooker.

Sebagian lainnya, mengungkapkan rasa pesimis. Ada yang khawatir putusan ini adalah bentuk drama hukum, dimana Ahok bisa lepas dari jeratan setelahnya, lewat proses sangat panjang sebelum mencapai status hukum permanen. Merujuk beberapa contoh kasus di masa lalu.

Sementara netizen lain menguatkan bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka belum berarti apa-apa terkait "perjuangan umat Islam", karena status tersangka masih terlalu dini. Bahkan memungkinkan Ahok tetap jadi Gubernur.

"Status menjadi tersangka, tidak membuat dia (Ahok) gugur di pilkada, kenapa?! Karena aturannya begitu dan kata 'tersangka' tidak serta merta menunjukan dia bersalah, setelah proses pengadilan pun jika dia di putuskan bersalah dan vonis di bawah 5 tahun, dia masih bisa banding dll, kalo pas pengadilan dia menjabat gubernur?! Dia gak akan kehilangan jabatannya, kalo pun di buktikan bersalah dengan vonis di bawah 5 tahun, dia masih bisa menjabat gubernur walau di dalam terali besi", ulas seorang ahli hukum. (FB/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.