Parade Bhineka Tunggal Ika sedikit ternoda lantaran beredar foto yang memperlihatkan peserta demo memegang uang pecahan Rp 100 ribu dan 50 ribu

Perbandingan peserta Parade Bhineka Tunggal Ika dan Demo 4 November 2016. (Twitter/Gemacan70)

Aksi Parade Bhineka Tunggal Ika di kawasan Bundaran Bank Indonesia Patung Kuda, Jakarta diikuti ribuan orang, Sabtu (19/11). Parade ini disebut-sebut sebagai aksi tandingan demo Ahok 4 November 2016.

Namun, aksi Parade Bhineka Tunggal Ika sedikit ternoda lantaran beredar foto yang memperlihatkan peserta demo memegang uang pecahan Rp 100 ribu dan 50 ribu. Diduga, mereka menerima uang saat mengikuti aksi tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah peserta demo juga tampak duduk di taman sambil bersandar di bawah pohon. Mereka juga menginjak-injak rumput taman.

Selain itu, beredar pula foto yang membandingkan jumlah peserta aksi Parade Bhineka Tunggal Ika dengan demo 4 November 2016.

Peserta demo 411 diikuti ratusan ribu, bahkan jutaan orang, sedangkan peserta Parade Bhineka Tunggal Ika tak sampai "puluhan ribu" orang.



Sontak, foto-foto tersebut jadi viral hingga peserta aksi Parade Bhineka Tunggal Ika dicibir pendukung demo 4 November 2016. Pasalnya, saat demo 4 November, mereka menjaga taman dan kebersihan.

Mereka lantas menyerang balik pendukung Ahok yang pernah menuding peserta damo 4 November dibayar dan menginjak-injak rumput taman.

“Alhamdulillah aksi kebhinekaan ternyata “tertib”, “bersih”, “taman tak di injak”, & “anti bayaran” alhamdulillah dtg “jutaan” peserta”, kicau akun @inalzaenal23 seraya mengunggah foto peserta demo pegang uang dan injak taman.



“Yg dtng lumayan, kira2 1500 an, yg cuek setelah dtg, dpt hepeng/duit, yg nginjak2 taman/rumput, Colek @Metro_TV”, kicau @masril_pku.

Sementara itu, penggagas Parade Bhineka Tunggal Ika, Nong Darol Mahmada membantah jika aksi tersebut merupakan demo tandingan 4 November 2016.

“Dari panitia sendiri secara resmi menyepakati aksi Parade Kebhinekaan ini bukan aksi tandingan dari 411, ini ekspresi bersama saja tentang kebangsaan dan kebhinekaan kita”, ujar Nong Darol, Sabtu (19/11).



Dikatakan Nong, sejak awal panitia Parade Kebhinekaan bukan hanya melihat apa yang terjadi di demo besar-besaran 411, tetapi bagaimana rentetan kejadian yang dianggap bisa membahayakan kebhinekaan di Indonesia.

“Orang orang yang berbeda itu dicaci maki, orang yang berbeda itu dibom, orang yang berbeda it dikucilkan, nah kita tidak mau seperti itu”, tandas Nong. (Pojok Satu)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.