Massa tuntut Ahok dihukum
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan, Muslim di Jawa Barat sudah siap turun ke jalan pada 25 November sebagai tindak lanjut aksi 4 November lalu.

“Ada yang menyampaikan ke saya kami siap turunkan 5 juta orang dari Jabar untuk meluruskan keadaan”, ujarnya di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (9/11), dikutip Okezone.

Din menuturkan, ia menahannya karena saat ini yang dibutuhkan adalah upaya untuk meluruskan keadaan.

Sebab persoalan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga melakukan penistaan agama bukan hanya sebatas persoalan lokal.

“Bukan hanya soal masalah di Pulau Seribu (tempat Ahok diduga melakukan penistaan agama), bukan hanya masalah ujaran kebencian. Ini masalah bangsa yang lebih luas”, tuturnya.

Selain itu, Din juga khawatir masalah dugaan penistaan agama ini semakin meluas menjadi masalah yang lebih besar.

Sehingga ia berharap proses hukumnya bisa dilakukan secara adil, bukan hanya sekedar dibuka.

Masalah bagai gunung es
Din Syamsuddin menduga the power of money mendikte politik nasional. Hal itu dinilainya makin menambah keterpurukan bangsa.

“The power of money sekarang mulai mendikte politik nasional”, ujarnya.

Ia berpesan kepada semua pihak agar berlaku adil.

“Jangan 'karena nila setitik, rusak susu sebelanga'. Jangan karena satu orang, harmoni bangsa terganggu”, ucapnya.

Din menyerukan agar semua pihak mengambil hikmah dari kondisi saat ini. Apalagi sekarang penampakan permasalahan bagaikan puncak gunung es.

“Penampakan permasalahan bangsa yang sungguhnya menggumpal lebih besar di bawah. Bagaikan puncak gunung es”, Din khawatir. (Okezone)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.