patroli polisi Myanmar di sepanjang pagar perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh (AP)

Pihak militer Myanmar mengatakan pada Minggu (13/11), setidaknya 28 orang tewas dalam bentrokan di bagian barat Rakhine.

22 penyerang bersenjatakan pedang tewas dekat desa Dar Gyi Zar setelah dihadapi tentara Myanmar. Enam penyerang tewas dalam bentrokan di tempat lain.

Daerah utara Rakhine, yang merupakan rumah minoritas Muslim Rohingya, telah berada di bawah kontrol militer sejak penyerangan pos perbatasan bulan lalu yang menewaskan sembilan polisi.

Tentara telah membunuh belasan orang dan menangkap puluhan lainnya dengan alasan mencari penyerang. Menurut pemerintah, mereka adalah kaum "radikalis Rohingya" yang memiliki akses ke kelompok-kelompok asing bersenjata.

Sabtu kemarin, pihak militer mengklaim dua tentara dan enam penyerang tewas dalam penyergapan, setelah helikopter tempur dikerahkan.

Sementara laporan pelanggaran hak asasi oleh pasukan Myanmar telah memunculkan tekanan internasional, mempertanyakan kemampuan pemerintah baru dalam mengendalikan militer.

Pengumuman pihak keamanan datang seiring laporan Human Rights Watch (HRW) mengenai gambar satelit yang menunjukkan tiga desa Muslim Rohingya telah terbakar habis selama beberapa pekan terakhir.

3 desa Muslim dilalap api

HRW mendesak Myanmar mengundang PBB dalam menyelidiki kehancuran 430 bangunan di tiga desa di distrik Maungdaw utara, yang terjadi pada 22 Oktober hingga 10 November lalu.

"Gambar satelit yang baru tidak hanya mengkonfirmasi kerusakan di desa Rohingya, tetapi juga menunjukkan bahwa itu lebih besar dari yang kita pikirkan", ungkap direktur HRW Asia Brad Adams.

Kerusakan terjadi di desa-desa Pyaung Pyit, Kyet Yoe Pyin, dan Wa Peik.

Warga Rohingya adalah kaum minoritas tanpa kewarganegaraan yang disebut sebagai imigran legal oleh nasionalis Buddha, meskipun etnis Muslim itu telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Kekerasan akhir-akhir ini disebabkan adanya ketegangan antara pemerintah dan komunitas Rohingya, setelah pemerintah mempersenjatai sipil non-Muslim di Rakhine. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.