Ali Makhmudin (peci biru) melihat pengacaranya selama menunggu putusan hakim pengadilan Jakarta, Selasa. (AFP)

Simpatisan ISIS dari Indonesia dilaporkan menuju Filipina untuk bergabung dengan militan pro ISIS di negara itu.

Pihak berwenang di Asia Tenggara telah bersiaga penuh sejak serangan senjata dan bom mengguncang ibukota Indonesia, Jakarta, bulan Januari dan tanda munculnya serangan ISIS untuk pertama kalinya.

“Beberapa (ISISers Indonesia) menjalani pelatihan di Filipina. Tidak ada jumlah yang pasti, tapi mungkin ada puluhan”, kata A. Syamsu dari BNPT.

Pihak berwenang di seluruh kawasan, setahun belakangan ini memang menindak simpatisan ISIS yang mencoba melakukan perjalanan ke Suriah.

Meski banyak pula ISISers Indonesia yang nekat menggunakan jalur laut untuk melakukan perjalanan ke Filipina sehingga mempersulit pelacakan.

Pakar terorisme Sidney Jones, melaporkan secara rinci terkait hubungan antara jaringan ekstrimis Indonesia, Malaysia dan Filipina, bahwasannya mereka kini sedang meningkatkan kerja sama, membuat serangan lintas menjadi mungkin terjadi.

"Akses ke Suriah menjadi semakin sulit bagi para radikalis Asia Tenggara, sehingga Mindanao (Filipina selatan) dapat menjadi pilihan terbaik berikutnya", tulis Jones dalam laporannya.

Juni lalu, militan yang mengaku afiliasi ISIS lewat video menyatakan bahwa mereka telah memilih Isnilon Hapilon, 'buronan paling dicari’ di Filipina, untuk memimpin mereka di wilayah Asia Tenggara.

Hapilon diketahui menjadi anggota kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di wilayah Mindanao dan terkenal atas penculikan dan pemerasan yang dilakukannya.

Kepalanya dihargai USD 5 juta oleh Departemen Luar Negeri AS atas penculikan warga Amerika pada tahun 2001.

Namun, tidak diketahui dengan pasti bagaimana kaitan organisasi dan ideologi antara faksi-faksi Abu Sayyaf dengan ISIS.

Pihak berwenang Filipina mengatakan ada beberapa militan Indonesia dan Malaysia di Mindanao.

Sementara polisi Malaysia telah menangkap lebih dari 100 simpatisan ISIS tahun ini.

Mereka telah meningkatkan keamanan negara jika anggota ISIS mencoba ‘pulang kampung’ dari Timur Tengah karena serangan di Mosul, Irak. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.