AFP - Walikota Diyarbakir, Gultan Kisanak, ditahan di bandara setempat.

Aparat Turki menahan 2 walikota Diyarbakir, daerah dengan mayoritas warga Kurdi terbesar di Turki, sebagai bagian penyelidikan tindak pidana terorisme.

Gultan Kisanak, ditahan di bandara setempat, sementara Firat Anli ditangkap di rumahnya yang terletak di tenggara Turki.

Belum jelas, tindak terorisme apa yang dituduhkan pada keduanya. Namun, Presiden Recep Tayyip Erdogan sudah menegaskan tekadnya mengadili pejabat lokal yang dituduh memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Pada September lalu, 28 orang walikota yang terpilih secara demokratis di kota-kota berpenduduk mayoritas suku Kurdi, dipecat.

Mereka digantikan oleh pejabat pelaksana yang ditunjuk langsung oleh pemerintah. Dalam hal ini, pihak pemerintah pusat memanfaatkan undang-undang darurat yang diberlakukan setelah kudeta militer gagal bulan Juli lalu.

Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang pro-Kurdi, sebagai yang paling terkena dampak, mengutuk serangkaian pemecatan di bulan September dengan istilah 'kudeta oleh para pejabat pelaksana’.

PKK sendiri dibentuk di akhir tahun 1970-an dan meluncurkan perlawanan bersenjata melawan pemerintah Turki sejak 1984, mereka menyerukan pembentukan negara Kurdi merdeka dari Turki.

Sejak saat itu, lebih dari 40.000 orang tewas. Pada 1990-an, organisasi itu mulai melunak. Mereka tak lagi menuntut negara Kurdi merdeka, akan tetapi mereka menyerukan otonomi yang lebih luas di kawasan Kurdi.

Tahun lalu, gencatan senjata sejak 2013 berakhir, setelah melalui ketegangan dan kekerasan berbulan-bulan. Turki juga meluncurkan serangan udara ke kamp-kamp afiliasi PKK di Irak utara.

Militan TAK yang merupakan sayap PKK beberapa kali melakukan serangan bom bunuh diri di Ankara. (Antaranews/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.