Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengambil bagian dalam pertemuan pada situasi di Suriah di Lancaster House di London 16 Oktober 2016. (Reuters)
Uni Eropa mengutuk serangan udara Rusia di Suriah, menyebut Moskow mungkin bersalah atau telah melakukan kejahatan perang.

Sebanyak 28 menteri luar negeri Uni Eropa menunjukkan kemarahan pada Rusia yang telah membunuh ratusan warga sipil, termasuk puluhan anak-anak, sejak gagalnya gencatan senjata bulan lalu.

Mereka menyerukan diadakan lagi gencatan senjata di Aleppo timur. UE juga mendesak upaya mengakhiri konflik dan proses perdamaian.

Ini menjadi usaha kedua Eropa untuk mengisolasi Rusia secara diplomatis, menyusul gagalnya draft resolusi Perancis yang diveto oleh Rusia di DK PBB.

Skala kerusakan yang disebabkan oleh Rusia dan rezim Assad yang juga didukung Iran, pun membuat para pendukung lama Moskow seperti Athena (Yunani), Budapest (Hungaria) dan Nicosia (Siprus), menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang sangat mengerikan.

Rusia sebenarnya adalah pemasok energi terbesar di Eropa, namun hubungan ini mulai tenggelam sejak ketegangan akibat krisis Ukraina.

Beberapa negara, termasuk Austria dan Jerman, khawatir hubungan kerja sama akan semakin memburuk.

Terkait Suriah, Uni Eropa siap memberikan lebih banyak sanksi kepada rezim Assad, seperti larangan perjalanan dan pembekuan aset, setelah Assad diduga kuat mengarahkan serangannya pada warga sipil di Aleppo.

Selain itu, Uni Eropa juga akan memeberi sanksi berupa embargo minyak dan persenjataan. UE sendiri memiliki daftar sanksi pada 208 orang dan 69 perusahaan.

Inggris bahkan meningkatkan kemungkinannya dalam memberikan sanksi pada Rusia sebagai pelindung Assad.

Spanyol akan mendukung sanksi terhadap Rusia jika itu bisa "membawa posisi Rusia lebih dekat dengan UE", kata Menteri Luar Negeri Jose Manuel Garcia-Margallo.

Para pemimpin Uni Eropa akan membahas masalah Rusia dan kemungkinan sanksi baru pada pertemuan puncak, hari Kamis (20/10) mendatang. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.