Kota Tua Yerussalem adalah rumah bagi situs paling suci ketiga umat Islam dunia, Masjid al-Aqsa. [EPA]

Komite Warisan Dunia UNESCO telah menyetujui resolusi baru tentang status konservasi Kota Tua Yerusalem.

Dalam pemungutan suara tertutup pada hari Rabu (26/10), badan kebudayaan PBB sepakat menetapkan wilayah ‘benteng’, rumah kunci Muslim, Kristen dan tempat-tempat suci Yahudi, masuk ke dalam daftar warisan dunia yang terancam.

Hal ini sekaligus mengkritik Israel yang terus menolak keputusan lembaga ahli karena menyetujui situs suci Yerusalem ditetapkan sebagai wilayah yang dilindungi UNESCO.

Dokumen itu mengacu pada situs di Yerusalem hanya dengan nama Arabnya.

Muslim menyebutnya sebagai al-Haram asy-Syarif, termasuk masjid al-Aqsa dan Batu Kubah Emas. Situs ini adalah tempat paling suci ketiga dalam Islam, setelah Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.

Pejabat Palestina, Saeb Erekat mengatakan bahwa putusan UNESCO bertujuan untuk menegaskan kembali pentingnya Yerusalem bagi umat Kristen, Yahudi dan Islam.

"Ini seruan untuk menghormati status quo situs agama, termasuk Kompleks Masjid al-Aqsa yang terus terancam oleh hasutan sistematis dan tindakan provokatif pemerintah Israel dan kelompok Yahudi ekstrimis", kata Erekat.

Kota Tua, lokasi situs suci, terletak di jantung konflik Israel-Palestina, Yerusalem Timu, wilayah kota suci yang diduduki Israel pada perang 1967.

‘Suara Terbanyak’
Resolusi itu disahkan oleh 21 negara anggota Komite Warisan Dunia. Sepuluh negara menyatakan sepakat, dua tidak setuju, delapan tidak memilih dan satu negara tidak hadir.

Meurut Makram Queisi, Duta Besar Yordania untuk UNESCO, komite perlindungan berusaha mengatasi masalah ini dari "sudut pandang teknis" meski banyak pihak yang sudah mempolitisasinya.

"Yerusalem adalah sebuah situs yang terdaftar di Daftar Warisan Dunia, dan ini adalah tempat di mana situs ini harus dibahas karena pendudukan yang dilakukan pemerintah Israel telah mengubah banyak aspek di tanah ini", katanya.

Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO dikenal di seluruh dunia atas upayanya menyoroti situs warisan dunia yang bersejarah dan pentingnya budaya yang terancam.

Israel telah menangguhkan penyerahan dana bantuan pada UNESCO ketika Palestina disetujui status keanggotaannya, bersama dengan Amerika Serikat, yang keduanya mencukupi 22 persen anggaran belanja.

Baik Israel, AS juga Palestina kini adalah anggota Komite Warisan Dunia.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam keputusan hari Rabu (26/10) dan mengatakan akan menarik dubesnya di UNESCO untuk alasan "konsultasi mengenai bagaimana menghadapi perkara ini". (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.