Pendemo dari Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi massa turun ke jalan pekan lalu menuntut polisi mengusut Ahok (foto CNN Indonesia)

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak akan terpengaruh tekanan eksternal.

Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Agus Andrianto menegaskan, proses hukum dilakukan semata berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan penyidik berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

"Intinya bahwa begini, tidak boleh menghukum orang karena persepsi. Tidak boleh menghukum karena tekanan", kata Agus Andrianto, Selasa (18/10).

Pekan ini, polisi berencana meminta keterangan staf Ahok yang mendampingi kunjungannya ke tempat kejadian perkara di Kepulauan Seribu.

Bareskrim juga akan meminta pendapat dari ahli bahasa dan ahli pidana untuk menentukan apakah ada unsur penghinaan pada ucapan Ahok yang dipermasalahkan.

Agus juga mengatakan bahwa anak buahnya terus berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik soal rekaman video pernyataan sang gubernur.

Petugas di Pusat Laboratorium Forensik masih memeriksa rekaman yang memuat ucapan Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51.

"Video yang durasi asli, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik. Yang lebih dari satu jam ya aslinya itu, sudah diperoleh", kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar.

Boy juga mengatakan para penyidik sudah mengunjungi lokasi dan meminta keterangan para warga.

Hasilnya, pidato dan kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu, sebagaimana ditampilkan dalam video, dibenarkan pernah terjadi.

Namun, untuk penilaian terhadap ucapan Ahok yang dipermasalahkan, polisi masih harus menunggu keterangan saksi ahli.

Ahok dilaporkan ke polisi karena ucapannya yang dianggap menghina Al-Qur'an dan Ulama.

Laporan terkait ucapan Ahok itu datang dari sejumlah kelompok organisasi masyarakat. Saat ini, laporan-laporan tersebut dikumpulkan jadi satu dan diusut oleh Bareskrim.

Ucapan itu juga diprotes sejumlah organisasi Islam. Ribuan orang mendatangi Kantor Bareskrim untuk menuntut polisi segera menangkap dan menetapkan Ahok sebagai tersangka. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.