Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (Anadolu Agency)
Pemerintah Turki mengaku siap menampung warga yang melarikan diri dari Kota Mosul, menyusul gempuran militer dari pasukan Irak di kota itu untuk mengusir kelompok militan ISIS.

Pasukan pemerintah Irak, dengan dukungan pasukan udara dan darat dari koalisi pimpinan AS, meluncurkan serangan militer besar-besaran ke Mosul sejak Senin (17/10), dalam upaya merebut kembali kota itu dari cengkraman ISIS.

Badan pengungsi PBB, UNHCR, memperkirakan sekitar 100 ribu warga Irak melarikan diri dari Mosul akibat serangan militer ini. Para pengungsi diduga akan menuju Suriah dan Turki.

Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, mengkritik operasi militer Irak, dengan menegaskan bahwa Irak seharusnya tidak membiarkan milisi Syi'ah turut serta dalam operasi perebutan kota yang sebagian besar dihuni Muslim Sunni.

"Jika operasi Mosul ditangani dengan benar, maka tidak akan ada gelombang pengungsi ke Turki", kata Kurtulmus dalam konferensi pers di Ankara, dikutip CNN Indonesia dari Reuters.

"(Tapi) jika terjadi kesalahan (dalam operasi) Mosul, ratusan ribu warga akan mengemasi barang ke dalam tas, meski sengsara dan kelelahan, dan membawa barang mereka ke satu-satunya tempat yang dapat mereka tuju, yakni Turki", ujarnya.

Seorang pejabat dari badan manajemen bencana Turki, AFAD, menuturkan bahwa pengalaman negaranya menampung pengungsi Suriah, yang kini berjumlah 3 juta orang di negara itu, sudah menunjukkan kesiapan Turki menampung pengungsi Mosul.

"Bagi kami, membangun sebuah kamp tenda adalah tugas yang sangat mudah. €‹Kami dapat dengan cepat membangun kamp untuk menampung ratusan atau ribuan pengungsi", ujar pejabat yang identitasnya tidak dipublikasikan itu.

"Prosedurnya sudah terstandar, dan akan diterapkan setiap saat. Tentara akan menyita senjata (yang dibawa pengungsi), polisi akan menjalani pemeriksaan, otoritas imigrasi akan mendaftarkan mereka, dan Bulan Sabit Merah akan menyediakan air, makanan dan tempat tinggal", tuturnya.

Saksi mata menyatakan bahwa kendaraan militer Turki, termasuk tank, kendaraan lapis baja dan truk yang membawa amunisi dikerahkan ke fasilitas militer di distrik Silopi di perbatasan Irak pada malam sebelum serangan ke Mosul dimulai.

Turki telah berulang kali memperingatkan operasi di Mosul bisa menimbulkan perselisihan sektarian. Ankara menegaskan pasukannya akan tetap berada di kamp militer di Irak utara, meski Perdana Menteri Irak yang Syi'ah, Haider al-Abadi melontarkan protes terkait hal itu.

Sekitar 30 ribu tentara Irak, bersama dengan milisi Kurdi Peshmerga dan pejuang dari kelompok Sunni diperkirakan turut ambil bagian dalam serangan ke Mosul.

Sekitar 3.000 pejuang Sunni Irak dan dilatih oleh tentara Turki di kamp militer Bashiqa turut terlibat dalam pertempuran itu. (CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.