Suasana pertempuran dekat Mosul
Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan kemungkinan pihaknya akan mengambil tindakan atas perilaku Irak dan AS yang tidak menepati janji.

Ia mengatakan kedua negara itu telah membiarkan milisi Syi'ah dan separatis Kurdi (afiliasi PKK) ikut ambil bagian dalam operasi itu.

Operasi militer, yang telah memasuki hari keenam, dilaporkan berjalan sengit, dan pasukan militer Irak mengklaim telah menguasai berbagai wilayah di sekitar Mosul.

Sikap pemerintah Irak yang menolak keterlibatan Turki dalam operasi militer merebut Mosul, menurut para wartawan, dapat menyinggung perasaan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sebelumnya, Erdogan telah memperingatkan perihal akan terjadinya pertumpahan darah jika tentara Irak bergantung kepada milisi Syi'ah untuk merebut Mosul, yang sebagian besar dihuni masyarakat Islam Sunni.

Mosul pernah menjadi bagian dari kekaisaran Ottoman, dan Turki menganggap kontrol kota itu memiliki pengaruh kuat dalam masa depan politik Irak.

Gas beracun
Di sisi lain, ratusan warga di Irak dirawat di rumah sakit karena dampak gas beracun setelah pabrik pengelolaan belerang terbakar selama pertempuran dengan ISIS.

Militer AS menuduh militan ISIS sengaja membakar pabrik tersebut ketika mereka melarikan diri setelah pasukan pro-pemerintah Irak bersiap menguasai Mosul.

Sabtu (22/10) lalu, pasukan AS yang berada di pangkalan di dekat Mosul mengenakan masker untuk melindungi dari gas beracuns tersebut.

Kantor berita Reuters mengatakan ada 1.000 orang dirawat akibat masalah pernapasan.

Pasukan Irak sendiri dilaporkan telah memasuki kota Qaraqosh, yang berjarak sekitar 30 km dari Mosul.

Qaraqosh, kota Kristen terbesar di Irak sebelum dikuasai ISIS, dilaporkan dalam kondisi tanpa penduduk. ISIS diyakini telah memasang ranjau darat di kota, yang mengarah ke Mosul.

Militan ISIS melakukan serangan bom bunuh diri di tempat lain dan melebarkan pertempuran untuk memecah konsentrasi serangan. (Antaranews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.