Pemimpin Taliban Mullah Haibatullah Akhundzada (Reuters)

Pada Selasa (18/10), dua anggota Taliban memberikan informasi bahwa gerakan militan telah mengadakan perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan secara rahasia. Menurut mereka, perundingan terjadi pada awal bulan Oktober di Qatar.

Hal ini diberitakan dalam sebuah artikel di surat kabar inggris Guardian. Narasumber mengatakan, pembicaraan dihadiri oleh Mullah Abdul Manan, saudara dari pendiri Taliban Afghanistan Mullah Mohammad Omar, yang meninggal pada tahun 2013. Pejabat AS disebutkan juga terlibat dalam proses perundingan.

Namun, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid membantah hal tersebut., Menurutnya, berita tersebut hanyalah propaganda untuk menciptakan perpecahan dalam gerakan pemberontakan.

Seorang juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani tidak mengkonfirmasi ataupun menyangkal pembicaraan tersebut. "Kami akan menggunakan semua cara yang mungkin untuk mencapai perdamaian di negeri ini" jelasnya kepada Reuters.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner mengatakan, Amerika Serikat mendukung negosiasi untuk penyelesaian konflik Afghanistan, tapi ia juga menolak untuk berkomentar mengeni berita perundingan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Afghanistan dan AS telah menuntut Taliban untuk melakukan gencatan senjata dan memulai pembicaraan damai, ungkap seorang pejabat di UEA.

Sebagai balasan atas permintaan tersebut, Taliban menuntut agar kelompok mereka diakui secara resmi sebagai gerakan politik, nama pemimpin mereka dihapus dari daftar hitam PBB, dan semua tahanan Taliban dibebaskan.

"Seperti pertemuan kami sebelumnya, itu membuang-buang waktu dan sumber daya, karena kita tidak bisa mencapai apa-apa dari pertemuan itu," seru pejabat UEA.
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.