Kelompok Islamis Ahrar Syam (foto Orient-news),
Oposisi Sunni Ahrar Syam dan Jabhah Fathu Syam (JFS) mencapai kesepakatan pada Senin (10/10) untuk menyelesaikan konflik atau gencatan senjata antara Ahrar dengan Jundu al-Aqsa.

Jundu al-Aqsa memang baru saja bergabung dengan JFS, pada Minggu (8/10) setelah bentrok dengan Ahrar Syam.

Sebuah pernyataan dirilis oleh kedua faksi Islamis utama, ditandatangani oleh pemimpin JFS, Abu Muhammad al-Jaulani, dan wakil komandan umum Ahrar Syam, Abu Ammar al-Omar.

Konflik ini berawal dari pembunuhan/serangan terhadap anggota Ahrar (dan oposisi lainnya) oleh anggota Jundu al-Aqsa yang diyakini merupakan sel tidur ISIS. Dimana Jundu al-Aqsa sebelumnya berposisi "netral", atau tidak mau memerangi ISIS.

Kesepakatan yang dicapai kedua faksi akan diterapkan dalam beberapa tahapan, diantara poin-poin tersebut adalah:
  1. Kedua belah pihak harus mematuhi gencatan senjata secepatnya dan membuka blokade
  2. Tahanan beserta semua hak miliknya, akan dilepas dalam waktu 24 jam. Pengecualian bagi mereka yang "diduga terkait dengan kelompok Khawarij ISIS". Mereka harus diadili di mahkamah syariah.
  3. Sebuah komite peradilan gabungan yang terdiri dari masing-masing pihak, akan menindaklanjuti penyelidikan dugaan yang diajukan, termasuk laporan pembunuhan. Diantara klaim ini adalah insiden pembunuhan pemimpin Ahrar Syam wilayah Hama, Abu Munir al-Dabbous, oleh anggota Jundu al-Aqsa, serta insiden di Kafr Sajneh.
  4. Baiat Jundu al-Aqsa pada JFS dianggap sebagai pembubaran kelompok itu dan peleburan total. Termasuk tidak ada lagi struktur organisasi Jundu al-Aqsa, meski dengan nama baru apapun
  5. Situasi di Sarmin, Idlib, akan dipulihkan. JFS harus bertanggung jawab mengambil alih pos pemeriksaan yang sebelumnya dikontrol Jundu al-Aqsa, serta daerah lainnya yang akan dimasukkan dalam perjanjian.
Pertempuran antara Ahrar Syam dan Jundu al-Aqsa sejak akhir pekan lalu telah memakan korban dari kedua belah pihak.

Ahrar yang didukung berbagai faksi oposisi lainnya menyerang kantong-kantong Jundl al-Aqsa di kota Sarmin dan Ma'arat Nu'man, provinsi Idlib. Serta di provinsi Hama bagian utara.

Selain itu, pasukan Assad berhasil memanfaatkannya dengan merebut beberapa desa dan pos di Hama utara. (Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.