Banci di negara Syi'ah (foto),
Iran adalah salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati bagi kaum penyuka sesama jenis, seperti dalam aturan relijius hukum Syi'ah.

Namun, terdapat kebijakan lain untuk menangani kaum menyimpang itu. Dalam menghindari hukuman mati, kaum homoseksual bisa memilih agar melakukan operasi transgender, atau ganti kelamin.

Mengutip dari BBC di tahun 2014, kebijakan ini bukanlah kebijakan resmi pemerintah, tapi secara tidak langsung “memaksa” kaum homoseksual membuat keputusan melakukan operasi.

Fatwa mengenai operasi transgender di Iran telah diisukan sejak tahun 1980-an oleh pendiri Republik Syi'ah itu, Ayatollah Ruhullah Khomeini.

Para tokoh agama Syi'ah di Iran sepertinya menyetujui konsep bahwa "jiwa seseorang bisa saja terjebak di dalam tubuh yang salah".

Pilihan ini tidak serta merta diambil oleh kaum homoseksual. Banyak yang memilih kabur dari Iran untuk menghindari hukuman dan tekanan sosial.

Pada tahun 2014, BBC juga pernah memuat sebuah artikel tentang pendapat dari 4 orang dengan perilaku seks menyimpang.

3 dari 4 orang itu memilih untuk kabur dari Iran, sedangkan satu orang memilih untuk melakukan operasi transgender. Namun tekanan sosial dan efek samping pada tubuhnya malah membuatnya semakin menderita.

Mereka yang menolak untuk melakukan operasi beralasan karena tidak yakin dengan keputusan ini.

Informasi yang dapat diakses melalui internet sangat minim karena banyak situs yang diblokir di Iran. Mereka pun yakin bahwa ada perbedaan antara transgender dengan hpmoseksual.

Warga Iran yang melarikan diri biasanya memilih Turki karena bebas visa. Mereka selanjutnya memilih negara berkembang di Eropa atau Amerika Selatan untuk melanjutkan hidup.

Meski demikian, laporan-laporan lain menunjukkan terjadi peningkatan operasi transeksual di negara para mullah itu.

Bahkan, beberapa para pemain sepakbola wanita Iran, didapati masa lalunya ternyata laki-laki.

Dalam fatwa-fatwa ulama Syi'ah kontemporer, ganti kelamin diyakini tidak ada larangannya di dalam literatus agama. (BBC/rslh-Rr)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.