Aman Abdurrahman
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Rabu (26/10), mengatakan pelaku penyerangan polisi di Tangerang yang bernama Sultan Aziansyah terpengaruh serius oleh paham Aman Abdurahman, sebagaiama dilansir dari CNN Indonesia.

Aman, yang disebut sebagai pemimpin ISIS Asia Tenggara, saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

'Jamaah Ansharu Daulah' (perkumpulan penolong ISIS) yang diikuti Sultan adalah jaringan di bawah kendali Aman.

Sultan diyakini telah berbaiat lewat kelompok takfiri Ciamis, Jawa Barat, melalui Fauzan Anshari, pemimpin pesantren Al Anshari yang telah meninggal tahun lalu.

Sultan diketahui pernah mendapatkan pendidikan gratis di pesantren tersebut.

Ia juga terdeteksi pernah berhubungan dengan Aman dan mengunjunginya di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dari sanalah paham takfiri memengaruhinya, termasuk inisiatif melakukan aksi teror menyasar polisi.

Ciri-ciri pengaruh paham tersebut sesuai pengakuan Sultan, yang menganggap polisi sebagai 'thaghut' dan halal darahnya, sehingga penyerangan kepada mereka dianggap sebagai "jihad".

"Jadi dia sudah sampai pada kondisi seperti itu, walaupun saat ini belum ada petunjuk atau saksi yang menyatakan ada instruksi terhadap yang bersangkutan (Sultan)", kata Boy kepada CNN Indonesia.

Serangan yang terjadi atas inisiatif Sultan sendiri itu merupakan pola baru yang digunakan ISIS dalam melakukan serangan. Bahkan, jika berhasil, orang-orang seperti pelaku bisa jadi diakui sebagai tokoh baru jaringan teroris.

"Sel-nya terus beranak, mencari teman baru lagi. (Serangan) bisa dalam kondisi pengawasan atau pengaruh dari yang lebih atas ataupun inisiatif sendiri karena dia percaya yang dia lakukan adalah kebenaran", jelas Boy.

Walau mengakui adanya pola baru, Boy tidak mengungkapkan adanya langkah antisipasi baru dari pihak Kepolisian.

"Aduh, kita sudah sering bicara antisipasi: deradikalisasi, berharap dengan seluruh elemen alim ulama, kita jaga bersama jangan sampai ada bias dalam implementasi nilai agama. Jadi banyak sekali (antisipasi), tidak pernah selesai, tidak akan selesai. Artinya masyarakat harus sadar atas kondisi ini. Jangan sampai terpengaruh orang yang melakukan ajakkan seperti itu", ujar Boy.

Di kalangan aktivis Islam, nama Aman Abdurrahman memang telah dikenal mentereng sebagai "bapak Takfiri Indonesia".

Web yang berisi karya terjemahan Aman, Milah Ibrahim, berisi berbagai macam rujukan "dalil" yang dipakai untuk mengkafirkan kaum Muslimin, terutama yang dianggap terlibat dalam pemerintahan sekuler.

Uniknya, di kalangan jihadi (Al-Qaeda sentris) Indonesia, berkembang teori konspirasi yang menyimpulkan bahwa Aman Abdurrahman adalah mainan oknum tak bertanggung jawab tertentu dalam rangka "beternak Takfiri" sehingga memelihara proyek isu terorisme di Indonesia.

Mereka mencurigai begitu mudahnya tulisan Aman lolos posting di webnya selama bertahun-tahun, padahal ia berada di balik jeruji penjara teroris. Sel-sel pengikut Aman juga terus eksis, dengan ISIS sebagai kiblat yang diikuti.

Bahkan awal tahun ini lewat serangan bom Thamrin, salah satu pelaku yang bernama Afif alias Sunakim merupakan pengikut setia Aman hingga di penjara Cipinang.

Menurut BNPT, Aman adalah salah satu narapidana terorisme yang paling keras. Bahkan sampai dipisahkan dari yang lain.

“Kami mencari cara bagaimana supaya yang sudah radikal ini dipisah-pisah, jangan sampai mempengaruhi yang lain. Jangan digabung. Aman Abdurahman salah satu yang keras, sangat keras sekali. Sulit bagi kita untuk berkomunikasi”, kata mantan ketua BNPT Saud Usman Nasution, Februari lalu.

Aman Abdurrahman ditangkap polisi dan dihukum untuk kasus pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho Aceh Besar. Namun kemungkinan ia akan bebas dalam 2 tahun mendatang. (CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.