Hancurnya wilayah kota Aleppo yang dikontrol pejuang Sunni (foto Reuters),
14 orang dari satu keluarga tewas secara bersamaan akibat serangan udara Assad/Rusia ke wilayah Aleppo timur yang dikuasai oposisi, pada Senin (17/10), petugas penyelamat darurat melaporkan.

Dari daftar korban meninggal yang dikeluarkan oleh kelompok Pertahanan Sipil, terdapat beberapa bayi, diantaranya dua bayi berusia enam minggu, juga enam anak lainnya yang berusia di bawah delapan tahun.

Pertahanan Sipil atau "White Helmet", mengidentifikasi jet yang menyerang sebagai milik Rusia. Serangan itu menghantam daerah al-Marjeh, Aleppo.

Serangan udara terpisah juga menghantam desa Awaijel, menewaskan sekitar 23 orang dan jumlah korban ini diperkirakan akan terus meningkat, kata kelompok pemantau SOHR.

Serangan udara yang dilakukan Moskow dan Damaskus di Aleppo telah membunuh ratusan warga sipil sejak 22 September lalu, ketika Assad mencabut gencatan senjata.

Menurut SOHR, 17 orang tewas oleh jet Rusia pada Minggu malam saja di distrik al-Qarterji, termasuk lima anak-anak.

SOHR mendokumentasikan kematian sebanyak 448 orang akibat serangan udara di Aleppo timur, termasuk diantaranya 82 anak-anak.

Sementara militer Assad dan Rusia mengklaim mereka "hanya menargetkan militan".

Kelompok pemantau berbasis di London ini juga mencatat kematian 82 orang, termasuk 17 anak-anak, di Aleppo Barat yang dikuasai Assad, akibat berbagai serangan kelompok oposisi.

Pasukan Assad dan milisi Syi'ah meraih kemajuan berarti di wilayah utara kota, namun daerah tersebut merupakan wilayah jarang penduduk.

Sumber militer Damaskus, mengatakan bahwa tentaranya telah menargetkan "teroris" di 3 bagian Aleppo, hari Senin, dan menewaskan tujuh orang dari mereka. Assad memang menganggap semua penentangnya sebagai "teroris".

Sedangkan oposisi menyatakan, secara berulang mereka menangkal serangan rezim dan sekutunya di bagian utama kota yang mereka kuasai.

Serangan darat dinilai tak terlalu berpengaruh terhadap warga sipil, berbeda dengan serangan udara Rusia/Assad yang membawa malapetaka karena sasarannya tidak jelas, bukan hanya mengincar orang hidup tapi juga sisa-sisa penyokong kehidupan kota itu, kata seorang komandan oposisi. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.