ilustrasi tentara Hizbullah

Sebuah laman internet pro-Hezbollah hari Minggu, memberitakan tewasnya 4 militan mereka dalam pertempuran melawan kelompok oposisi Suriah di selatan Aleppo.

Angota milisi Syi'ah yang tewas itu ialah Dhaher Abdulhaq al-Mashri dari Hoor Ta’ala, al-Beqaa, Abbas Fayyad Ni’mah dari kota Mahroneh di selatan Lebanon, Mohsen Mosawi dari Nabi al-Sieth, al-Beqaa, dan Hussein Ali Hallawi dari Qa’qa’iyat al-Jisr di selatan Lebanon.

Sebelumnya, beberapa hari lalu Hezbollah telah mengumumkan tewasnya salah satu pemimpin senior yang dipanggil Hatem Adib Hamada alias Hajj Alaa, juga di Aleppo.

Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin militer berpengaruh bagi kelompok Syi'ah itu di Suriah.

Sebuah informasi menyebut Hatem tewas oleh alat peledak yang terpasang di mobilnya, tepat di depan kompleks Apartemen 1070, kota Aleppo.

Seorang anggota militer terkemuka, Mahmoud Ahmad Mozannar pun tewas di selatan Lebanon.

Namun media Hezbollah mengklaim kematiannya diakibatkan oleh "sebab alami", sedangkan para aktivis Suriah menyebutnya tewas saat membantu pasukan rezim Assad dalam perang di Aleppo dan sekitarnya.

Ini menjadi kehilangan kesekian yang diderita milisi Syi'ah itu di Suriah, sejak awal Oktober. Sebelum ini, 8 Hezbollah juga tewas di Aleppo.

Hezbollah adalah kelompok militan Syi'ah di Lebanon selatan yang menjadi salah satu sekutu non-negara dari Assad.

Rezim Assad era Hafidz (bapak Basyar) merupakan sekutu milisi Syi'ah dalam perang sipil Lebanon pada dekade 80-an, ketika Suriah melakukan intervensi di sana.

Di era 2000-an Hezbollah dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon yang Sunni, Rafiq Hariri.

Hezbollah masuk dalam daftar hitam organisasi teroris oleh berbagai negara, seperti AS, Uni Eropa dan negara-negara GCC (Teluk Arab). (Orient-news/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.