Arab Saudi (foto),
Kabinet Arab Saudi mengumumkan sebuah pernyataan, hari Senin (3/10), bahwa penerapan undang-undang Jasta di Amerika Serikat menjadi perhatian besar masyarakat Internasional dan mengganggu hubungan kedaulatan antar negara, termasuk AS sendiri.

Jasta merupakan sebuah perundang-undangan baru AS untuk mencabut kekebalan diplomatik dengan tuduhan terorisme, yang menurut mereka akan "memberi keadilan" bagi korban serangan terorisme di tanah AS. 

Salah satu bagiannya, undang-undang ini memungkinkan para korban peristiwa 9/11 menuntut pemerintah Arab Saudi, yang kemudian memicu kontroversi dari berbagai negara.

Seperti dijelaskan oleh Menteri Kebudayaan dan Informasi Dr. Adil bin Zaid al-Turaifi, bahwa penerapan undang-undang Jasta menjadi perhatian besar oleh pemerintah Saudi.

Dalam pernyataannya itu, al-Turaifi menyatakan harapannya pada Kongres AS agar mengambil langkah diperlukan untuk menghindari "konsekuensi serius dan berbahaya" yang mungkin diakibatkan dari berlakunya UU itu.

Di sisi lain, kabinet Saudi mengecam serangan milisi Houthi kepada kapal Uni Emirat Arab dekat pelabuhan di Aden, Yaman.

Karena kapal tersebut digunakan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi warga sipil yang terluka.

"..aksi teroris (Houthi) yang menghadirkan ancaman pada pelayaran internasional di Bab al-Mandab dan melanggar hukum pelayaran internasional, bertentangan dengan upaya regional maupun internasional untuk mengirimkan bantuan ke Republik Yaman dengan tujuan untuk meringankan penderitaan penduduk", kecam kabinet Saudi, seperti dilansir Al-Arabiya.

Kabinet Saudi mengutuk serangan udara di kota Aleppo, Suriah, yang telah merenggut ratusan nyawa warga sipil tak berdosa, termasuk anak-anak, orang tua dan wanita

Saudi juga menyambut keputusan Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, yang mengutuk pelanggaran berat yang terjadi secara terus menerus dan meluas di Suriah oleh rezim Suriah dan milisi-nya.

Dewan kabinet mewakili Kerajaan Arab Saudi mengecam pemboman yang terjadi di depan sebuah masjid di Dresden, Jerman, dan menyerukan penghormatan terhadap tiap agama atau keyakinan. (Al-Arabiya)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.