Asap mengepul di Tall Rifaat, provinsi Aleppo utara, Suriah 22 Oktober 2016. (REUTERS)
Rusia memberi pernyataan pada Selasa (25/10) bahwa mereka akan memperpanjang penundaan serangan udara di Aleppo, Suriah, hingga hari ke-9 dalam masa jeda penyerangan.

Namun, seorang pejabat pertahanan sipil mengatakan jika Aleppo yang dikuasai oposisi telah menerima serangan dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Juru bicara kementerian pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengklaim pesawat Rusia dan Suriah (Assad) bahkan tidak mendekati, apalagi membom kota Aleppo.

Kabar penundaan juga dibetulkan oleh anggota kementerian pertahanan Rusia Sergei Rudskoi. Ia mengatakan, pesawat Suriah dan Rusia akan menjaga jarak sekitar 10 km dari Aleppo.

Namun, kelompok pemantau SOHR menyebut serangan udara telah kembali ke kota tersebut sejak Sabtu (22/10), dengan fokus penyerangan di garis depan pertahanan kelompok oposisi. Diketahui, tidak ada korban pada serangan-serangan tersebut.

Pejabat pertahanan sipil di Aleppo timur, Ibrahim Abu al-Laith, mengatakan serangan udara dan pemboman telah memukul pasukan di garis depan dalam seminggu terakhir.

"Ada tembakan meriam ... dan ada pesawat, kota itu dilanda beberapa serangan", jelasnya pada Reuters.

Departemen Luar Negeri AS mendesak Rusia menggunakan masa jeda tersebut untuk memastikan pengiriman bantuan bagi warga sipil yang terkepung.

"Kami jelas menyambut setiap usaha untuk mengurangi kekerasan, tetapi itu harus diajalani dengan komitmen aksi pengiriman bantuan kemanusiaan", kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby.

Washington sebenarnya lebih memilih gencatan senjata jangka panjang untuk memastikan pengiriman bantuan bisa benar-benar sampai pada masyarakat, dibandingkan jeda sporadis seperti yang diumumkan sepihak oleh Rusia dan Suriah dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu pembicaraan multilateral di Jenewa sedang berusaha untuk mencapai tujuan AS tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter mendesak pembaruan gencatan senjata kepada Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Walter menyatakan kekecewaannya karena jeda pertempuran tidak memungkinkan untuk mengevakuasi orang yang terluka dari Aleppo atau membawa pasokan bantuan kemanusiaan.

Pada Selasa (25/10), SNHR melaporkan daerah barat kota Aleppo terkena serangan dari wilayah oposisi. Bentrokan darat juga terus berlanjut dalam masa jeda. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.