Sistem pertahanan rudal S-300 (foto),
Rusia meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya di Suriah dengan memasang SAM (Surface to Air Missile) S-300.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal S-300 menjamin keamanan pangkalan Angkatan Laut Rusia di Tartous.

"Perlu kami sampaikan di sini bahwa S-300 semata-mata untuk mempertahankan diri, ini bukan ancaman ke pihak lain", kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

"Saya tidak bisa mengerti mengapa pengerahan sistem rudal S-300 membuat khawatir ‘mitra barat’ kami", tambahnya, merujuk pada sorotan Barat.

Tanggapan kemudian muncul dari wartawan BBC yang mengatakan bahwasanya persenjataan mematikan ini adalah isyarat kepada Amerika, dimana mereka akan membayar mahal jika mencampuri operasi militer Rusia atau Suriah.

Tahun lalu Rusia mengerahkan sistem rudal yang lebih canggih di Suriah, S-400, di provinsi Latakia, setelah jet tempur Su-24 miliknya ditembak jatuh F-16 Turki karena melanggar ruang udara.

Sebelumnya, Senin lalu (3/10) Washington telah menunda perundingan dengan Rusia terkait Suriah, serta menuding Moskow sengaja tidak menaati komitmen perjanjian gencatan senjata.

AS menuduh Rusia dan Suriah meningkatkan serangan terhadap warga sipil dengan menjadikan rumah sakit dan bantuan kemanusiaan sebagai sasaran. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan menyesalkan keputusan Amerika itu. (BBC Indonesia/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.