Afganistan menyumbang 80% peningkatan opium dunia (Aljazeera)

Perkiraan produksi opium di Afghanistan meningkat sebesar 43% menjadi 4.800 metrik ton pada 2016, menurut Survei Opium Afghanistan terbaru yang dirilis oleh Departemen Anti Narkotika Afghanistan dan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (United Nations Office on Drugs and Crime/UNODC).

Survei yang dirilis pada Minggu (23/10) tersebut menunjukkan bahwa total luas lahan yang ditanami opium diperkirakan mencapai 201.000 hektar pada tahun 2016, meningkat 10% dari 183.000 hektar di tahun 2015.

Laporan itu juga menjelaskan adanya penurunan dalam pemberantasan opium tahun ini sebesar 91%.

Tidak ada pemberantasan yang dilakukan di provinsi-provinsi dengan tingkat budidaya opium yang tinggi karena rendahnya situasi keamanan, serta adanya hambatan logistik dan keuangan, sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera.

Direktur eksekutif UNODC Yury Fedotov mengatakan, laporan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dalam upaya untuk memerangi masalah obat-obatan terlarang dan dampaknya terhadap pembangunan, kesehatan dan keamanan.

Fedotov mendesak masyarakat internasional untuk memberikan dukungan dalam pembangunan berkelanjutan di Afghanistan - termasuk pekerjaan, kesehatan, kemiskinan, perdamaian, dan lainnya.

Taliban juga disalahkan atas kenaikan produksi opium, kata laporan itu.

Petani opium disebut dikenai pungutan oleh Taliban yang menggunakan dana itu untuk mendanai perjuangan mereka melawan pasukan pemerintah.

Afghanistan menyumbang sekitar 80 persen peningkatan opium dunia. Pada umumnya, opium digunakan untuk menghasilkan heroin yang sangat adiktif sebagai obat-obatan terlarang.

Bunga opium memberikan keuntungan yang besar, tapi juga berperan penting sebagai sebab korupsi di Afganistan yang mengganggu kehidupan di semua sektor. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.