Ilustrasi Pemerintah Arab Saudi, Raja Salman (foto),
Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem kalender Masehi untuk pembayaran gaji pegawai negeri. Perubahan penggunaan sistem kalender ini terhitung sejak Sabtu (1/10).

Dengan diakukannya pengadopsian sistem kalender Masehi, sistem penggajian pegawai negeri kini sama dengan kebanyakan penggajian sektor swasta.

Model penggajian ini membuat para pegawai negeri mendapat penambahan 11 hari kerja diakibatkan selisih hari antara kalender Masehi dan Hijriah.

Perubahan ini menjadi salah satu hasil keputusan pemerintah Arab Saudi dalam upaya penghematan keuangan negara.

Pekan lalu, pemerintah melakukan rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz.

Kabinet memutuskan melakukan penghematan di sejumlah sektor termasuk sektor pelayanan publik. Termasuk di dalamnya pemotongan gaji menteri sebesar 20 persen dan 15 persen untuk gaji Dewan Syuro.

Bonus tahunan pada Tahun Baru Hijriah, yang dimulai 2 Oktober ini, juga ditiadakan. Begitu pula dengan pembaruan atau perpanjangan kontrak kerja tidak akan ada kenaikan gaji.

Pemberian bonus, tunjangan, atau pembatalan, pengubahan, dan penangguhan fasilitas keuangan, kepada pegawai negeri akan disesuaikan dengna kategorisasi mereka. Cuti tahunan para menteri dikurangi, dari 42 hari menjadi 36 hari.

Di bawah aturan baru, pegawai negeri tidak akan menerima tunjangan transport selama libur dan bila tidak menggunakan 60 hari masa dayoff selama tahun berjalan maka dayoff itu akan hangus.

Hal ini berlaku bagi semua pegawai negeri termasuk militer. Al-Arabia menyebutkan, setidaknya ada 5 keputusan pemerintah yang mengubah kehidupan di Arab Saudi mulai tahun baru ini, termasuk perubahan sistem kalender dan pemotongan gaji tersebut.

Selain itu, mulai hari Minggu (2/10), tarif visa single entry ke negara itu adalah 2.000 Riyal (sekitar USD 533). Tapi bagi yang pertama kali berkunjung, termasuk yang menjalankan ibadah haji atau umrah, tak dikenakan biaya visa.

Denda juga diterapkan bagi pelanggar lalu lintas. Pelanggaran pertama, mobil ditahan 15 hari dan denda 20.000 Riyal.

Pelanggaran kedua, mobil ditahan 30 hari dan denda 40.000 Riyal. Jika masih membandel dan melanggar lagi untuk kali ketiga, mobil disita dan didenda 60.000 Riyal serta ancaman pidana. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.