Intelektual yang terjerat dukun (foto),

Dimas Kanjeng Taat Pribadi terjerat kasus dugaan pembunuhan terhadap korban Abdul Gani, mantan pengikutnya.

Selain itu, ia juga terjerat kasus dugaan penipuan. Marwah Daud Ibrahim menyesalkan kejadian itu dan menganggapnya sebagai kecelakaan.

"Nah itu, untuk kami menyesalkan kejadian itu", kata Marwah Daud Ibrahim usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penipuan yang dilakukan Taat Pribadi di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, dilansir Detikcom Senin (17/10).

Ia menerangkan, program Yayasan "Kraton Kasultanan Sri Raja Prabu Rajasa Nagara" adalah amanah besar untuk Nusantara. Para 'santri', katanya, membantu agar bisa mewujudkan itu.

Namun sangat disesalkan harus terhambat, ketika Taat menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani, mantan pengikutnya sendiri.

"Saya sangat menyesalkan. Ya harusnya kan kita mau memberikan kemaslahatan bangsa kok terjadi itu", katanya.

"Menurut saya itu sebuah kecelakaan yang harus(nya) kita ya berduka", jelasnya.

Sementara mengenai pengikut yang sudah menyetorkan dananya ke Dimas Kanjeng bisa diminta kembali.

"Selalu itu dikembalikan. Sepengetahuan yang saya dengar dan saya tahu bahwa teman-teman itu di situ berkontribusi misalnya membangun jalan, membangun sumber air bersih, membangun masjid, pendopo, tempat kegiatan, kantor asrama dan sebagiannya, semua itu masing-masing dicatat", ujar Marwah.

"Bagi yang membutuhkan dananya ya dikembalikan", ungkapnya. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.