Bom berani mati Jabhah Fathu Syam membuka serangan (foto),
Kota Aleppo timur yang dikuasai kelompok oposisi Sunni telah terkepung 2 kali pada tahun ini.

Juli lalu, pasukan rezim Assad yang dibantu milisi Syi'ah asing dan serangan udara Rusia, berhasil memblokade kota ketika memutus jalan Castello di utara, yang merupakan jalur suplai tunggal oposisi selama beberapa bulan.

Pengepungan akhirnya ditembus setelah pejuang Sunni dari koalisi Fathu Halab dan Jaisyul Fath menyerbu di barat daya kota, merebut akademi militer dan distrik Ramusah, pada minggu pertama Agustus.

Namun 1 bulan kemudian, awal September, Assad dan sekutunya kembali mengepung Aleppo timur, saat kembali menguasai akademi militer.

Bahkan, sejak 22 September, pemerintah Assad melancarkan serangan besar-besaran ke Aleppo timur dengan tujuan merebut seluruh kota itu.

Berbagai propaganda dan himbauan dilakukan agar oposisi menyerah, sementara warga sipil diminta keluar lewat "jalur evakuasi". Dimana hal ini dipandang sebagai bentuk pengusiran.

Lebih dari 500 warga sipil terbunuh, serta 2000 lainnya terluka dalam serangan udara dan altileri Assad/Rusia ke Aleppo sejak gagalnya gencatan senjata.

Hari ini, Jum'at (28/10), berbagai kelompok pejuang Sunni kembali meluncurkan serangan besar untuk menembus pengepungan Aleppo jilid 2.

Masjid di wilayah itu mengumandangkan takbir ketika oposisi mulai melakukan serangannya, Jum'at pagi waktu setempat.

Berbagai faksi pejuang oposisi terlibat operasi ini.

Kelompok jihadi Jabhah Fathu Syam membuka serangan dengan gempuran bom berani mati (amaliyah istisyahidah) menggunakan mobil ke pos-pos pasukan pro Assad. Menurut SOHR, ada 3 bom mobil yang meledak.



Konsentrasi serangan diarahkan diantara 2 front di Aleppo barat, yaitu dari arah distrik Minyan hingga pengeboman ke distrik Zahra.

Dalam beberapa jam, Jaisyul Fath mengklaim merebut berbagai posisi di distrik Minyan dan sekitarnya. Sementara sumber pendukung Assad membantah itu.

Roket Grad juga membombardir bandara militer al-Nairab. 6 pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas akibat bombardir ini.

SOHR melaporkan, sebanyak 15 warga sipil tewas dan sekitar 100 terluka akibat pertempuran.

Di lain pihak, pasukan Assad melancarkan serangan udara ke kawasan Hanano, Sakhour dan al-Bab di timur kota. Serta meraih kemajuan di distrik Shalahuddin.

Upaya penjebolan kepungan oleh oposisi masih cukup jauh secara jarak, namun mereka diprediksi akan memberi "kejutan", karena telah mempersiapkannya sejak lama dan mencoba membangun komando tunggal. (Orient-news/SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.