Maria Zakharova mengklaim dokumentasi pembantaian adalah editan
Sebanyak 22 siswa dan 6 guru tewas saat kompleks sekolah mereka di desa Hass, Idlib, terkena serangan udara.

Aktivis lokal, oposisi dan kelompok pemantau menyalahkan jet tempur Rusia dan rezim Assad atas serangan brutal itu.

Namun Kementerian Luar Negeri Rusia membantahnya, dan mengklaim beberapa foto terkait kejadian itu ada yang telah mengalami rekayasa.

"Hari ini setelah mereview foto-foto dari desa Hass di Suriah, ternyata tidak ada serangan di sekolah dan tidak ada korban", kata Jubir Kemlu Rusia, Maria Zakharova melalui Facebooknya.

"Foto-foto tersebut adalah rekayasa komputer. Pembunuhan mengerikan anak-anak adalah fantasi para aktivis dan Al-Jazeera", lanjut Zakharova menyalahkan pihak lain.

Sayangnya Zakharova tidak merinci mana dokumentasi yang direkayasa.

Sementara Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, menyebut jika pesawat tak berawaknya mengambil foto dari atas sekolah pada Kamis (27/10).

Hasil fotonya menunjukkan tak ada kerusakan di atap sekolah dan tidak ada lubang besar bekas adanya bom di kawasan tersebut.

"Tak satu pun pesawat perang rusia memasuki wilayah tersebut. Ini adalah fakta", tutur Konashenkov.

Namun tidak ada verifikasi sumber lain yang menguatkan klaim sepihak Rusia, dimana semua aktivis lapangan dan media non Rusia memiliki dokumentasinya sendiri, termasuk dalam bentuk video.

Berikut berbagai foto yang diklaim Rusia "mungkin direkayasa":






Rusia telah kerap membela diri dengan menuduh berbagai dokumentasi serangan udara kepada warga sipil sebagai "rekayasa".

Seperti kasus Omran Daqneesh, pengeboman kamp pengungsian, rumah sakit di Aleppo dan lain-lain. (Detikcom/AFP/FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.