Foto : Ilustrasi Justice To Kashmir. Sumber : World Bulletin

Pemerintahan Jammu-Kashmir (India) kembali ditekan setelah memecat 12 pegawai yang dituduh terlibat dalam 104 hari protes perlawanan.

Serikat Pekerja di Kashmir mengancam mogok kerja jika status mereka yang dipecat tersebut tidak dipulihkan.

Pegawai yang diberhentikan berasal dari berbagai departemen pemerintah, termasuk pendidikan, pendapatan, makanan, dan kesehatan masyarakat, ungkap Ketua Komite Perkumpulan Aksi Karyawan (The Employees Joint Action Committe/EJAC)

Menurut sumber pemerintahan, masih ada "daftar pegawai lain yang juga akan dipecat karena partisipasi mereka dalam aksi protes", sebagaimana dilansir dari Andalou Agency.

Komisaris Divisional Kashmir, Baseer Ahmad Khan, mengatakan bahwa tindakan yang diberikan terhadap pegawai sudah sesuai dengan hukum.

"Kami sedang memeriksa kasus pegawai yang terlibat dalam insiden pelemparan batu'', kata Khan.

Abdul Qayoom Wani, dari serikat pekerja terbesar dengan 400.000 anggota, telah mengancam akan melancarkan aksi penentangan jika pemecatan tidak dibatalkan.

"Pemerintah negara bagian melewati batas dan jika mereka tidak menarik keputusannya kembali, akan ada protes besar-besaran. Jumlah pekerja yang dipecat lebih dari 12 orang dan kami percaya bahwa pemecatan itu salah atau ilegal”, jelas Wani.

Pemimpin perlawanan Kashmir (yang telah ditahan) juga menyatakan dukungannya kepada karyawan yang dipecat.

"Bangsa ini berdiri dengan para korban balas dendam negara (India). Semua pegawai negeri, di semua tingkatan, terutama di tingkat senior, harus berdiri demi rekan-rekan mereka dan mengambil tindakan bersama terhadap aksi totaliter dan pembalasan dendam ini", kata pemimpin Hurriyat Mirwaiz, Umar Farooq.

Kashmir, sebuah wilayah dekat Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim, diklaim penuh oleh 2 negara, India dan Pakistan. Wilayah ini terbagi di bawah kontrol 3 negara, termasuk China.

Sejak 8 Juli lalu terjadi perlawanan massa menuntut kemerdekaan dari India. Gerakan itu terjadi setelah pasukan India membunuh komandan milisi Islam Kashmir, Burhan Wani.

Menurut Departemen Kesehatan, 90 warga sipil Kashmir tewas dan 12.000 orang mengalami luka-luka di tangan aparat gabungan India.

Sementara lebih dari 8.000 orang, termasuk aktivis hak asasi manusia ditangkap sejak Juli lalu. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.