Pasukan khusus Irak berdiri di atas kendaraan lapis baja di sebuah desa dekat Mosul, Irak, 25 Oktober 2016. (REUTERS)

Pasukan elit militer Irak menghentikan serangan terhadap Mosul selama seminggu setelah mereka berhasil mendekati sisi timur kota itu pada Selasa (25/10).

Mereka menunggu kehadiran militer koalisi pimpinan AS agar bersama menumpas militan ISIS, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Pada hari ke sembilan serangan Mosul, pasukan rezim Baghdad dan pejuang Peshmerga Kurdi masih meneruskan serbuannya menuju garis luar kota di bagian utara.

Pasukan pertama yang berhasil mendekati Mosul adalah Counter Terrorism Service (CTS), pasukan elit Irak yang dilatih oleh AS, yang berada hanya 2 km dari kota itu.

Pertempuran selanjutnya diyakini akan jadi lebih sulit dan mematikan karena memasuki wilayah warga sipil.

Sekitar 1,5 juta penduduk masih berada di mosul, sementara satu juta warga diperkirakan akan merasakan dampak serangan ini.

Karena ISIS kemungkinan akan menggunakan senjata kimia, menurut Koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak, Lise Grande.

Sekitar 90 desa yang diduduki ISIS dan kota-kota di sekitar Mosul telah direbut. Jarak tersisa antara pasukan penyerang dan Mosul berkisar beberapa kilometer di sisi timur, serta 30 kilometer di selatan.

Penembak jitu CTS bersembunyi di atap-atap rumah untuk menjaga atau mengawasi, desa maupun daerah gurun ke arah Mosul.

Meskipun CTS adalah unit pemerintah, rupanya banyak terdapat simbol Syi'ah di kendaraan-kendaraan mereka, yang merupakan mayoritas kekuatan politik di Irak.

Operasi Mosul sendiri dikhawatirkan akan merugikan warga Sunni setempat, jika didominasi oleh pasukan Syi'ah. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.