Pertemuan pemimpin Negara BRICS, dengan PM India di tengah (Reuters),
Perdana Menteri India Narendra Modi menjuluki Pakistan sebagai "pusat terorisme" pada pertemuan puncak negara-negara BRICS pada hari Minggu (16/10).

Pernyataan Modi pada para pemimpin dari BRICS – yaitu Brazil, Rusia, China dan Afrika Selatan – meningkatkan pengaruh diplomasinya untuk mengisolasi Pakistan, yang ia tuduh telah mendukung aksi terorisme lintas-perbatasan.

"Di wilayah kami, terorisme merupakan ancaman serius terhadap perdamaian, keamanan dan pembangunan", kata Modi dalam sambutannya kepada para pemimpin BRICS yang bertemu di sebuah hotel resor di negara bagian barat Goa.

Ketegangan 2 negara bersenjata nuklir ini terjadi sejak serangan pada 18 September lalu di sebuah pangkalan militer di Kashmir, dekat perbatasan yang disengketakan dengan Pakistan.

Kejadian tersebut menewaskan 19 tentara India, membuatnya tercatat sebagai serangan terburuk dalam 14 tahun terakhir.

Pakistan membantah terlibat dalam serangan di pangkalan Uri itu, dan menegaskan bahwa operasi India bahkan tidak terjadi.

Pakistan menuduh Modi menghasut para mitranya di BRICK, serta untuk menyembunyikan kebrutalan oleh aparat India di negara bagian Kashmir, dimana puluhan orang telah tewas sejak protes pemakaman tokoh separatis yang dibunuh India pada Juli lalu.

"Orang-orang di Kashmir sedang mengalami genosida oleh India dalam aksi mereka menuntut hak dasar dan menentukan nasib sendiri", kata Sartaj Aziz, penasihat kebijakan luar negeri untuk Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Serangan keras Modi terhadap Pakistan menunjukan India ingin mengakhiri masalah "secara tradisional".

New Delhi telah memenangkan dukungan baik dari negara-negara Barat dan Rusia untuk serangan pangkalan militer. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.