Kapal USS Mason telah disasar serangan rudal sebanyak dua kali pada minggu ini (foto),
Militer Amerika Serikat melancarkan gempuran ke posisi militan Houthi setelah kapal perangnya di Laut Merah diserang dengan rudal.

Serangan tersebut diarahkan ke tiga lokasi radar di Yaman. Hal ini dilakukan atas seizin Presiden Barrack Obama, sebagai upaya pembalasan terhadap serangan rudal ke kapal USS Mason.

Penggempuran ke arah tiga lokasi tersebut, menurut Pentagon, menggunakan rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal USS Nitze.

“Serangan pertahanan mandiri ini ditempuh untuk melindungi personel kami, kapal-kapal kami, dan kebebasan kami dalam bernavigasi di jalur maritim yang penting ini”, kata juru bicara Pentagon, Peter Cook.

Beberapa waktu sebelumnya, Pentagon mengklaim bahwa sedikitnya satu rudal telah ditembakkan ke arah kapal perang USS Mason di lepas pantai Yaman.

Kejadian serupa sempat terjadi akhir pekan lalu. Saat itu, USS Mason juga menjadi target rudal yang ditembakkan dari kawasan yang dikuasai kubu Houthi. Kedua rudal jatuh ke laut sebelum mencapai kapal, sebut Pentagon.

Juru bicara Houthi mengatakan kepada kantor berita Saba bahwa mereka tidak mengincar kapal perang manapun.

Sementara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menegaskan serangan Houthi ke kapal AS menjadi bukti diperlukannya intervensi internasional untuk melawan pemberontak Syi'ah itu.

Koalisi memang tengah menjalankan serangan udara terhadap Houthi sejak Maret 2015. (BBC Indonesia/Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.