Seorang pejuang Peshmerga Kurdi terlihat berlumuran darah akibat serangan bom sisi jalan pada kendaraan mereka dalam pertempuran dengan militan ISIS di desa Topzawa, dekat Bashiqa, Mosul, Irak 24 Oktober 2016. (REUTERS)
ISIS memperluas serangan mereka pada Senin (24/10) untuk melawan tentara dan pasukan Kurdi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan yang mereka dapatkan dalam mempertahankan basis terakhir mereka di Mosul.

Sekitar 80 desa dan kota-kota yang diduduki ISIS telah direbut pada minggu pertama serangan, sehingga pasukan Irak dan Kurdi semakin mendekati Mosul.

Penyerangan Mosul dapat dikatakan sebagai pertempuran terbesar dalam 13 tahun invasi AS di Irak sejak tahun 2003, dan diperkirakan memerlukan operasi bantuan kemanusiaan yang besar setelahnya.

Sekitar 30.000 orang bergabung dalam misi tersebut, yang terdiri dari militer Irak, Peshmerga Kurdi, pasukan khusus AS, serta bantuan udara Inggris dan Prancis.

Dalam serangkaian serangan balik sejak Jumat (21/10), ISIS telah menyerang Kirkuk (kota minyak utama di wilayah utara), kota Rutba (akses utama dari Baghdad ke Yordania dan Suriah) serta Sinjar (daerah di barat dari Mosul yang dihuni oleh kaum minoritas Yazidi).

ISIS melakukan kekejaman terburuk di Sinjar ketika menyapu wilayah Yazidi dua tahun lalu. Mereka membunuh orang-orang, menculik anak-anak dan memperbudak wanita. Pasukan Kurdi berhasil mengambil kembali wilayah itu setahun yang lalu.

Kepala provinsi Yazidi Mahma Xelil mengatakan, sekitar 15 militan tewas dalam pertempuran dua jam di Sinjar dan sejumlah kendaraan mereka hancur, sementara Peshmerga menderita luka-luka. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.