Milisi Hezbollah pulang dari Suriah (foto),
Gencatan senjata yang dilakukan di Aleppo, Suriah, telah berakhir tanpa keluarnya warga sipil maupun pejuang oposisi. Dimana hal itu dipandang sebagai bentuk pengusiran oleh Assad dan Rusia.

Pejuang oposisi dan pasukan pro-Assad bertempur sengit di selatan kota. Jaisyul Fath juga mengumumkan upaya menembus pengepungan akan mulai dalam hitungan jam, sebagaimana dilansir dari Japantoday.

Salah satu komandan Jaisyul Fath, Ali Abu Adi al-Alousy, mengatakan bahwa pejuang dan pasukan berani mati mulai bergerak menuju Aleppo.

Di utara kota, oposisi memperingatkan warga sipil di Aleppo barat agar menjauh dari posisi militer Assad di seluruh front yang diperebutkan.

Seorang juru bicara kelompok Nuruddin Zenki di Aleppo, Yasser al-Yousef, mengatakan jika operasi menembus pengepungan oleh rezim terhadap Aleppo timur, akan segera terjadi.

Ia juga menjelaskan, pihaknya tidak akan menargetkan warga sipil di wilayah Assad, namun tetap memperingatkan risiko kerusakan yang bisa terjadi.

Di lain pihak, pemimpin kelompok teroris Hezbollah, Hassan Nasrallah, menegaskan bahwa pemberontakan terhadap Basyar Assad hanya bertujuan untuk melemahkan pengaruh Iran di kawasan dan upaya “mengubah peta kekuatan".

Ia juga bersumpah akan bertahan di Suriah hingga bisa "mengalahkan proyek murtad" itu.

Nasrallah pada Minggu (23/10), memberikan pidato mengenai pemberontakan Suriah: "ini bukan tentang jatuhnya rezim, tetapi tentang mengalahkan poros perlawanan (kekuatan Syi'ah)".

Rezim Assad diketahui membantu pengiriman senjata Iran ke kelompok militan Syi'ah dalam perang sipil Lebanon pada tahun 1982 hingga 2000.

Kini, ribuan milisi Syi'ah Hezbollah berada di tanah di Suriah untuk membela Assad dari perlawanan oposisi Sunni. Sementara komandan militer Iran menjadi penasihat mereka.

Artileri Assad telah menarget desa Khan Touman, posisi strategis yang menghubungkan
Aleppo dengan kota sekitarnya.

Kota ini direbut oleh Jabhah Nushrah (kini Fathu Syam), pada Mei lalu, sehingga menghambat kemajuan pasukan rezim dan milisi Syi'ah asing.

Kelompok pemantau SOHR melaporkan adanya tambahan pasukan pro-Assad untuk melawan JFS di selatan kota.

Sementara TV Al-Manar milik Hezbollah menyiarkan tank-tank dan milisi yang telah memasuki pinggiran Aleppo. (Japan Today)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.