Kontrol di Yaman (BBC),
Sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman menewaskan dua warga sipil di Arab Saudi, ungkap sumber AS.

Sementara koalisi pimpinan Saudi juga meluncurkan serangan udara yang mengarah kepada para militan Syi'ah Houthi serta menewaskan tiga orang.

Membuat upaya gencatan senjata 72 jam di Yaman berada di bawah risiko kegagalan sejak hari Kamis (20/10).

Gencatan senjata tersebut secara umum telah mengurangi kekerasan di seluruh negeri, kata warga dan pejabat.

Namun, roket yang ditembakkan kelompok Houthi mendarat di kota di Jazan dan Najran, Arab Saudi, kata pihak koalisi.

Disebutkan ada 43 pelanggaran yang dilakukan di sepanjang perbatasan. Mereka menggunakan penembak jitu dan serangan lainnya, termasuk rudal.

AS pun mendesak Houthi menghormati gencatan senjata.

Setelah bertemu Menlu Saudi di Washington, Menlu AS, John Kerry, meminta Houthi agar konsisten pada gencatan senjata.

"Sangat penting bagi Houthi, yang mengatakan akan mendukung gencatan senjata, agar memegang apa yang dinyatakannya itu", kata Kerry kepada wartawan.

"Dengan semua pelanggaran ini, akan mengecilkan setiap kemungkinan upaya mengembalikan perundingan damai", Kerry menambahkan.

Kerry juga mengatakan bahwa Saudi punya hak untuk “bebas dari (serangan) rudal” yang diluncurkan dari Yaman, sehingga ia menyerukan kepada Houthi agar menarik pasukan dan rudal mereka.

Houthi mengklaim melancarkan serangan ke kamp-kamp militer Saudi di perbatasan dalam dua hari terakhir, namun mengenai wilayah warga.

Sebaliknya, militer koalisi melakukan serangan udara pada Kamis, menewaskan tiga warga sipil di provinsi Saada.

Arab Saudi dan negara Teluk lain telah terlibat dalam konflik Yaman mulai Maret 2015 untuk membantu pemerintah Yaman melawan kelompok Houthi dan loyalis mantan diktator Abdullah Saleh yang mencaplok ibukota Sana'a. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.