Menlu Perancis Jean-mac Ayrault
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault, mengunjungi bagian tenggara Turki pada Minggu untuk menyerukan diakhirinya kekerasan di Suriah.

Berbicara di depan kamp pengungsian di Nizip, Ganziantep, Ayrault mengatakan pembunuhan massal tidak mungkin diakhiri melalui upaya politik, apabila Aleppo dan wilayah lainnya masih dibombardir oleh pesawat tempur Suriah (Assad) dan Rusia.

“Jika kita ingin pengungsi Suriah pulang ke negara asalnya, maka kita harus melakukan segala cara untuk menghentikan pembunuhan besar-besaran ini”, ucapnya.

Ia menambahkan, akses bantuan kemanusiaan juga ikut dicegah masuk (ke Aleppo) oleh serangan udara.

Ayrault juga menyeru PBB agar memberikan sanksi kepada siapa saja yang menggunakan senjata kimia di Suriah, seperti yang telah dilakukan oleh tentara rezim Assad dan ISIS.

Ia ingin diberlakukannya sebuah ‘hukuman tegas’ terhadap pelaku pembunuhan massal, serta resolusi Dewan Keamanan PBB yang menempatkan pelaku kejahatan ke dalam sanksi keras.

Sementara itu, sebuah “jeda kemanusiaan” yang dilakukan Rusia di Aleppo telah berakhir hari Minggu.

PBB mengatakan jeda ini tidak bisa digunakan untuk menyelamatkan atau mengevakuasi warga sipil yang terjebak di kota, karena minimnya jaminan keamanan bagi mereka.

Pro oposisi Suriah menilai 'jeda" itu hanya akal-akalan Rusia untuk mengendurkan tekanan internasional terkait pembantaian di Aleppo. Dimana bantuan kemanusiaan tetap tak diperbolehkan masuk dan warga disuruh keluar. (Orient-news/Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.