Upaya Menlu AS, John Kerry, terhalang keputusan kongres (Reuters/Leonhard Foeger),
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengaku frustrasi mengatasi konflik Suriah yang telah berlangsung selama lima tahun.

Dalam momen diskusi antara Kerry dengan sejumlah warga Suriah di PBB pekan lalu, Kerry mengatakan AS tidak bisa melakukan banyak untuk menggulingkan Basyyar al-Assad selama Rusia ada di belakangnya.

Menurut Kerry, AS sudah kehabisan alasan untuk melakukan agresi militer terhadap Assad di Damaskus.

Pada tahun 2013 lalu, AS hampir saja menyerang Suriah setelah Assad melancarkan serangan kimia ke wilayah Ghouta dan menewaskan sedikitnya 1.500 orang. Namun, Kongres saat itu mencegah mereka menyerang Damaskus.

"Intinya Kongres menolak, bahkan untuk mengambil suara yang memperbolehkan serangan itu.  Kami punya Kongres yang tidak akan membiarkan penggunaan kekuatan", kata Kerry.

Diskusi antara Kerry dengan sejumlah warga Suriah di PBB dilaksanakanbeberapa hari setelah AS dan Rusia mengumumkan gencatan senjata di Jenewa.

Gencatan senjata itu dinilai Kerry banyak dilanggaroleh pihak Assad. Bahkan Assad telah menempatkan 10 ribu tentara yang siap menyerbu Aleppo.

Warga Suriah mempertanyakan ketidakmampuan AS dalam menekan gencatan senjata dan melakukan lebih banyak hal untuk perdamaian Suriah.

Kerry beralasan, AS mematuhi hukum internasional dengan menerapkan batas-batas sehingga intervensi militer diredam sedangkan Rusia tidak.

"Masalahnya, Rusia tidak peduli pada hukum internasional dan kami peduli. Berdasarkan nasihat pengacara kami, kami tidak punya dasar yang kuat, kecuali kami punya resolusi Dewan Keamanan," ujar Kerry.

"Mereka (Rusia) diundang masuk, kami tidak. Kami tidak bisa bertindak seperti Rusia. Standarnya berbeda", ujar Kerry.

Resolusi Dewan Keamanan PBB soal Suriah selalu menuai veto oleh Rusia dan China. November tahun lalu, Rusia memulai intervensi di Suriah atas permintaan Assad.

"Satu-satunya alasan mereka membiarkan kami terbang adalah karena kami mengincar ISIL (ISIS)", kata Kerry.

Menurutnya, keberadaan Rusia di Suriah mengubah jalannya peperangan. Assad kini semakin sulit digulingkan.

"Jika kami mengincar Assad, kami harus menghancurkan seluruh pertahaan udara dan kami tidak punya pembenaran hukum untuk melakukan itu", keluhnya.

Masih menurut Kerry, AS telah melakukan upaya semampunya untuk menghentikan kekerasan di Suriah.

"Kalian boleh marah kepada kami, tapi kami telah mencoba untuk membantu warga Suriah memperjuangkan negara mereka, dan kami telah mengeluarkan banyak uang, banyak sekali upaya", tutur Kerry.

"Tidak ada yang lebih frustrasi dibanding saya", lanjut Kerry.

Pihak Gedung Putih tidak berkomentar soal pembicaraan Kerry tersebut. Namun kelompok Suriah di AS membenarkan pertemuan itu benar dilakukan.

Sebelumnya negara-negara Teluk mengkritik kebijakan Obama di Suriah yang dipandang lembek. Termasuk tuntutan pemberian rudal anti pesawat bagi oposisi yang tak disetujui pemerintah AS. (CNN Indonesia/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.