Kepolisian Diraja Malaysia (foto),
Kepolisian Malaysia telah menahan 16 tersangka teroris, 14  di antaranya diduga terlibat peledakan bom di Klub Movida, Puchong, Selangor, pada Juni lalu.

Menurut Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar, para tersangka berusia antara 20 dan 38 tahun, seorang diantaranya adalah warga negara dari wilayah Afrika utara.

Khalid menyatakan, penahanan para tersangka ini merupakan bagian dari operasi  pemberantasan terorisme oleh kepolisian Malaysia sejak 21 September hingga 6 Oktober lalu.

Operasi dilakukan di beberapa wilayah seperti Selangor, Kelantan, Perak, Kedah, Penang dan Sabah.

"Para tersangka yang ditahan itu merupakan pengusaha, penasihat sekolah, mahasiswa, dan pegawai bank", ujar Khalid seperti yang dikutip CNN Indonesia dari kantor berita Malaysia, Bernama.

Polisi menduga 14 tersangka yang ditahan terlibat dalam jaringan ISIS 'Black Crow' yang dipimpin oleh warga Malaysia di Suriah, Muhammad Wanndy Mohamed Jedi.

Muhammad Wanndy diduga dalang di balik ledakan pada klub malam Movida yang menimbulkan delapan korban terluka. Ledakan pada Juni lalu itu merupakan serangan pertama ISIS di Malaysia.

Khalid menyatakan, seorang mahasiswa Malaysia berumur 20 tahun juga ditahan otoritas Turki pada September lalu karena berencana memasuki Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris.

Polisi menduga, beberapa orang asing berhasil memasuki wilayah Malaysia untuk memalsukan dokumen-dokumen yang diperlukan kelompok Jahbat Al Nusra di Suriah.

Badan keamanan Malaysia saat ini memang tengah waspada terhadap penyebaran ISIS di negara itu.

Beberapa bulan lalu, para pejabat memperkirakan hampir 50 warga Malaysia, kebanyakan dari mereka beretnis Melayu Muslim, telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. (CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.