penggalian bawah tanah masjid Al-Aqsa yang akan dilakukan oleh Israel dan Netannyahu
Liga Arab, pada Senin (24/10), mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang baru-baru ini mengaku jika dirinya secara pribadi ikut ambil bagian dalam penggalian bawah tanah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Dalam keterangan pers sehari sebelumnya, Netanyahu berjanji melibatkan diri dalam proses pemindahan tanah dari bawah masjid pada pekan ini.

Ia juga menyerukan komunitas Yahudi agar bergabung dengannya.

"Kejahatan terhadap Al-Aqsa menegaskan percepatan skema sistematis Israel, yang menandai (mungkin) runtuhnya masjid Al-Aqsa", kata Abu Ali, asisten sekretaris jenderal Liga Arab di wilayah pendudukan, dalam sebuah pernyataan Senin.

Pengumuman Netanyahu datang di tengah penyerbuan oleh kelompok Antiquities Authority Israel di Bab al-Rahma Cemetery -pemakaman kuno bagi umat Islam- yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa.

Mereka menghancurkan kuburan di dalamnya, menggambarkan kelanjutan serangan secara sistematis oleh Israel terhadap situs dan pemakaman Islam.

"Sikap Netanyahu dan tindakan kelompok Antiquities Authority Israel merupakan ‘reaksi’ terhadap dua keputusan UNESCO atas penetapan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa sebagai warisan budaya Palestina", kata Abu Ali.

Pada 18 Oktober lalu, dewan eksekutif UNESCO secara resmi mengadopsi resolusi yang menyangkal keterhubungan Yahudi dengan kompleks Al-Aqsa di Yerusalem.

Resolusi itu menyerukan Israel -sebagai ‘pelaku pendudukan’- agar mengembalikan status quo seperti pada September 2000, dimana Organisasi Wakaf Muslim yang dikelola oleh Yordania dan badan Urusan Al-Aqsa menjalankan pengelolaan tempat suci itu.

Pejabat Liga Arab menuduh Israel mencoba memicu kebencian antar agama yang bisa menimbulkan masalah keamanan.

Israel sendiri memprotes putusan UNESCO. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.