Pasukan anti ISIS di Libya (foto),
Sistem pelayanan kesehatan di kota Sirte, Libya, mengalami keruntuhan. Sementara ribuan warga menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan akibat pertempuran pasukan pro-pemerintah melawan ISIS.

Dalam dua hari terakhir, pasukan dari Misrata terus menekan posisi ISIS hingga 1 km dari garis mereka sebelumnya.

International Medical Corps, yang melakukan kerja kemanusiaan di kota itu, menyatakan bahwa sejak ISIS meninggalkan kota, mereka menghadap tantangan untuk melakukan pemulihan serius atasnya.

"Sirte adalah kota yang telah runtuh", kata Claudio Colantoni, direktur International Medical Corps di Libya.

"Situasinya dramatis. Sistem layanan kesehatan benar-benar runtuh, tidak ada rumah sakit yang beroperasi, kebutuhan ada untuk semua masalah", katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara telepon.

Masalah juga diperbesar oleh perpecahan politik di dalam negeri setelah tumbangnya pemimpin Libya sebelumnya, Muammar Khaddafi.

"Akan sangat sulit untuk mengatasi masalah seperti ini jika Libya belum menemukan solusi terkait perpecahan politik", lanjutnya.

Diperkirakan 90.000 orang, atau sekitar tiga perempat dari penduduk kota Sirte, melarikan diri dari kota sejak diambil alih oleh ISIS.

Operasi militer untuk mengusir ISIS juga menyebabkan gelombang pengungsi baru, meski kemudian banyak keluarga yang kembali ke kota setelah ISIS pergi.

Sebelumnya, mereka yang mengungsi menyatakan mengalami krisis makanan dan obat-obatan, penjarahan, terancam pemenggalan, penculikan dan risiko lainnya saat masih berada kota itu. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.