Keunggulan Puasa Muharram
Tahun baru hijriah kembali datang. Sekali lagi kita bertemu dengan salah satu bulan yang diutamakan yaitu Muharram.

Keistimewaan bulan ini dapat dilihat dalam surat At-Taubah ayat 36 yang menyatakan ada 4 bulan haram, termasuk Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Berbagai hadits pun banyak yang menerangkan tentang keistimewaan bulan ini seperti berikut:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ  بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu)

Dari hadits tersebut dapat kita lihat bahwa salah satu amalan yang dapat dilakukan pada bulan Muharram ini adalah puasa, yang biasa disebut sebagai puasa Asyura.

Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Namun, terdapat beberapa hadits pendukung lainnya yang menganjurkan untuk menambahkan puasa pada tanggal 9 atau pun 11 Muharram, salah satunya yaitu:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Jika tahun depan insya Allah (kita bertemu kembali dengan bulan Muharram), kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (HR. Muslim 1134)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak sempat melakukan puasa pada tanggal 9 Muharram karena beliau wafat di tahun tersebut. 

Terdapat 4 keutamaan puasa Muharram, dilansir dari Republika. Pertama, puasa pada bulan ini dapat dijadikan moment untuk bersyukur atas perlindungan Allah bagi hamba-hamba-Nya dari orang kafir, karena pada tanggal ini Nabi Musa as dan Nabi Harus as serta bani Israil diselamatkan dari kejahatan Firaun.

Kedua, untuk meneladani Nabi Musa as, Nabi Harun as, dan Nabi Muhammad SAW yang juga berpuasa pada bulan Muharram.

Ketiga, untuk meneladani para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang melaksanakan puasa Muharram. Keempat, puasa Muharram ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu, seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut: 

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Dari Abu Qatadah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Puasa hari ‘Asyuro aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa tahun lalu” (HR. Tirmidzi (753), Ibnu Majah (1738) dan Ahmad (22024). Hadits semakna dengan ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shohih beliau no. 1162)

Banyaknya keutamaan pada bulan Muharram ini membuat beberapa orang melaksanakan puasa selama sebulan penuh.

Hal tersebut diperbolehkan. Salah satu rujukan yang dapat dipakai adalah ketetapan fatwa dari Komite Tetap Kajian dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi dan makalah Jalal bin Ali Hamdan as-Sulami yang berjudul Dirasat Ushuliyyah Haditsiyya li Shaum ‘Asyura’.

Rasulullah memang terlihat lebih mengutamakan puasa Sya’ban dibandingkan dengan puasa Muharram. Namun Imam Nawawi menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terngkapnya keutamaan puasa Muharram di akhir hayat Rasulullah sehingga beliau belum sempat berpuasa. (Republika)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.