REUTERS - PBB memperkirakan 200.000 warga Mosul akan mengungsi dalam beberapa hari mendatang.

Para staf PBB menemukan berbagai laporan mengenai kekerasan yang dilakukan oleh ISIS di kota Mosul, Irak.

Dalam satu kasus, tiga perempuan dan tiga anak diduga ditembak ketika sedang berjalan dari satu kampung ke kampung lain. Sebelumnya militan ISIS ikut membuntuti perjalanan mereka hingga akhirnya melakukan penembakan.

Di tempat lainnya, 15 warga sipil dilaporkan ditembak dan jenazahnya dibuang ke sungai sebagai upaya menimbulkan rasa takut pada ISIS.

Menurut PBB, adanya berbagai laporan makin meningkatkan kekhawatiran jika ISIS akan menggunakan warga sipil sebagai tameng.

Pasukan Baghdad (kemungkinan melibatkan milisi Syi'ah), Peshmerga Kurdi dan ribuan suku Sunni yang didukung Turki sedang berlomba menuju Mosul, sejak awal pekan lalu.

Hingga saat ini, diperkirakan terdapat 3.000 hingga 5.000 militan ISIS yang masih bertahan di dalam kota Mosul. ISIS sendiri mengklaim jumlah lebih besar.

Diperkirakan 200.000 warga Mungkin mungkin akan mengungsi dalam beberapa pekan mendatang, saat serangan memasuki kota.

Sebagai 'laporan awal'
Juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Rupert Colville, mengatakan bahwa mereka terus menerima laporan tentang 'penghancuran' warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.

Menurut Colville, staf PBB menerima laporan terkait petempur ISIS membunuh 15 warga sipil di kampung Safina, sekitar 45 km dari pusat kota Mosul.

Rabu (19/10) pekan lalu, militan dilaporkan mengikat tangan enam orang dari satu kampung ke sebuah kendaraan dan menyeretnya berkeliling, alasannya mereka memiliki kaitan dengan pemimpin suku yang berperang melawan ISIS.

Sehari kemudian, pasukan Irak dikabarkan menemukan 70 jenazah warga sipil di kampung Tuloul Naser, sekitar 35 km dari Mosul. (BBC Indonesia/Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.