Lelaki beratribut ISIS serang polisi
Seorang pemuda berinisial SA (22) atau Sultan Aziansyah menyerang Pos Polisi Lalu Lintas yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang sekitar pukul 07.30 hari ini (20/10), dilansir dari CNN Indonesia.

Saat menyerang, SA sempat menempelkan stiker lambang ISIS di salah satu tembok Pos Polantas.

Penyerangan terjadi saat Kepala Kepolisian Sektor Tangerang Komisaris Effendi bersama ketiga anak buahnya sedang melakukan persiapan pengamanan aksi unjuk rasa buruh.

Pemuda berinisial SA diketahui datang dan menempelkan stiker ISIS, lalu menyerang secara membabi buta dengan menggunakan golok. Ia juga sempat melemparkan sebuah benda yang menyerupai bom.

Akhirnya, SA berhasil dilumpuhkan setelah ditembak berulang kali dan sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, menyampaikan serangan itu mengakibatkan Effendi bersama dua anak buahnya, Inspektur Satu Bambang Haryadi dan Brigadir Polisi Kepala Sukardi mengalami luka akibat sabetan golok.

"Effendi luka tusuk, Bambang luka dada kiri dan punggung kiri, Sukardi luka punggung kanan dan lengan kanan. Ketiganya sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Kota", kata Awi kepada CNN.

Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka yaitu satu buah pisau, satu buah badik dan sarungnya, dua buah benda yang diduga bom pipa, satu buah tas berwarna hitam, dan satu buah stiker ISIS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia.com dari kepolisian, SA adalah anggota "Daulah Islamiyah" (ISIS) jaringan Ciamis, Jawa Barat.

SA diduga bergabung dengan kelompok Daulah Islamiyah jaringan Ciamis, Jawa Barat sejak 2015 silam. SA diduga menjadikan polisi sebagai target serangannya.

2 kakak SA adalah polisi
Polisi telah meminta keterangan dua kakak penyerang Kapolsek Tangerang. Dua kakak Sultan itu uniknya berprofesi sebagai polisi, namun mengaku jarang berkomunikasi dengan adiknya.

"Kedua kakaknya sudah dilakukan pendalaman, informasi sementara jarang komunikasi sama adiknya. Patut diduga adiknya bergerak sendiri, berjalan sendiri," ungkap Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul, dikutip Detikcom Kamis (20/10).

Martinus menambahkan, dua kakak Sultan juga mengaku tidak mengetahui aktifitas adiknya itu. Namun, yang mereka tahu Sultan menggemari komputer dan 'browsing' di internet.

"Juga suka sendiri, itu saja yang diketahui kakaknya. Dia (Sultan) sudah lama tinggal sendiri, ngekos", ujarnya.

Dua orang kakak Sultan merupakan anggota polisi yang salah satunya bertugas di Polres Metro Tangerang Kota dan satu lagi di Polresta Tangerang Kabupaten. (CNN Indonesia/Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.